KALIMANTAN SELATAN APRESIASI PANGLOK BABEL DALAM KUNJUNGAN KERJA KE BANGKA BELITUNG

Pangkalpinang – Rombongan Dinas Pangan dan DPRD Provinsi Kalimantan Selatan mengapresiasi nasi aruk sebagai panglok (pangan lokal) Bangka Belitung pada jamuan makan siang di Ruang Tanjung Pendam Kantor Gubernur Bangka Belitung. 

“Nasi aruk ini benar-benar enak. Di Kalimantan banyak sekali singkong, kami ingin tahu bagaimana cara membuat nasi aruk agar kami juga bisa membuatnya,” tutur Yuni, Sekretaris DPRD Kalimantan Selatan, Jumat (13/12/12).

Nasi aruk adalah pangan lokal khas Bangka Belitung yang diolah dari bahan dasar singkong. Nasi aruk termasuk ke dalam jenis pangan olahan. Jenis pangan sendiri terbagi menjadi dua, yakni pangan segar dan pangan olahan. Hal ini tertuang dalam Perda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Nomor 16 Tahun 2017 tentang Penyelenggaran Keamanan Pangan. 

Bangka Belitung menjadi salah satu dari beberapa provinsi di Indonesia yang memiliki Perda Keamanan Pangan di Indonesia. Hal ini menjadi dasar Kunjungan Kerja Pansus III DPRD Provinsi Kalimantan Selatan sebagai komparasi penyusunan Raperda Keamanan Pangan Kalimantan Selatan.

“Kondisi wilayah yang berbentuk kepulauan mengakibatkan Bangka Belitung rentan terhadap peredaran produk pangan. Ditambah lagi pemenuhan kebutuhan bahan pangan Bangka Belitung masih tergantung pada pasokan luar daerah. Untuk itu, perlu adanya upaya pengawasan keamanan pangan secara menyeluruh, baik dari pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota, serta stakeholder terkait,” ungkap Damiri, Kepala Dinas Pangan Provinsi saat membuka acara.

Damiri menambahkan perlunya dibuat regulasi penyelenggaraan keamanan pangan daerah. Hal ini tidak lain agar fungsi pengawasan keamanan pangan menjadi lebih fokus dan terpadu.
Penyerahan cinderamata berupa plakat dari Bangka Belitung diberikan oleh Damiri kepada perwakilan DPRD Kalimantan Selatan dan Kepala Dinas Kalimantan Selatan. Begitupun sebaliknya, DPRD Kalsel dan Dinas Pangan Kalsel masing-masing memberikan cinderamata kepada Bangka Belitung, diwakili Kadis Pangan, sebagai kenang-kenangan.

Sumber: 
Dinas Pangan Babel
Penulis: 
Dini