Kapolri: Enam Modal Didapatkan Peserta Latsitardanus

Pangkalpinang – Sebanyak enam modal didapatkan peserta Latihan Integrasi Taruna Wreda Nusantara (Latsitardanus) XXXVI Tahun 2016 selama berada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Sejumlah komponen modal tersebut diharapkan dapat menjadikan peserta sebagai manusia unggul dalam menjalankan tugas.

Kapolri Jenderal Badrodin Haiti mengatakan, pertama peserta mendapatkan modal intelektual selama mengikuti kegiatan karya bakhti, penyuluhan, riset sosial dan aplikasi teknologi. Kedua, modal emosional yang tercermin dari interaksi sosial terjalin di antara peserta. Sebab peserta diajarkan mengenal perbedaan pendapat, persepsi dan pemikiran untuk dapat dihormati dan dihargai.

“Peserta mampu mengolah perbedaan, sehingga menjadi kekayaan bangsa. Ketiga modal sosial darma bakhti dengan TNI, Polri, Praja IPDN, mahasiswa, pemuda dan masyarakat. Modal ini dapat menumbuhkan rasa saling percaya, membentuk solidaritas serta kepedulian antara sesama,” kata Kapolri saat menutup Latsitardanus XXXVI Tahun 2016, di Stadion Depati Amir, Kamis (26/5/2016).

Sejumlah atraksi ditampilkan usai kegiatan penutupan Latsitardanur di antaranya, parade band gabungan sekolah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Alunan instrumen lagu Sahang Lah Mirah yang dimainkan parade band tersebut cukup menyita perhatian penonton. Tak hanya itu, sebab terdapat penampinan bela diri militer penampilan ratusan pemuda serta terdapat beberapa rangkaian kegiatan lainnya.

Modal ketabahan juga didapatkan peserta Latsitardanus. Menurut Kapolri, ketangguhan dan jiwa pantang menyerah peserta diuji. Sampai peserta menemukan arti keberhasilan bersama dengan mengedepankan jiwa soliditas tanpa harus terkotak-kotak oleh perbedaan. Kelima yaitu modal moral, karena peserta sudah menunjukan tekad untuk mengintegrasikan nilai-nilai mulia bersifat universal.

“Modal moral tersebut ditunjukan dari sikap dan perilaku dengan tidak melakukan perbuatan bertentangan dengan moral, etika dan peraturan. Kalian sudah menjunjung tinggi nama almamater dan citra masing-masing kesatuan. Keenam merupakan modal kesehatan, karena kegiatan yang dilakukan telah dikemas secara positif. Ini berpengaruh terhadap alam pikir peserta untuk berpandangan positif,” paparnya.

Berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan, jelas Kapolri, semuanya memiliki nilai strategis. Terutama dalam menguji, mengasah dan menyeleksi semua pengetahuan serta keterampilan taruna. Peserta yang mengikuti kegiatan ini akan menjadi pemimpin. Jiwa kepemimpinan didapatkan saat pelatihan menjadi modal dasar melangkah dan menghadapi realitas kehidupan.

Kapolri yakin di antara peserta akan dipercaya dan diberikan amanah mengemban tugas dan jabatan strategis di lingkungan TNI, Polri maupun pemerintahan. Jadilah pemimpin tauladan dengan selalu berpikir dan bertindak yang terbaik serta bermanfaat bagi lingkungan. Tak kalah penting, harus tetap memegang teguh nilai-nilai idealisme.

“Jadilah pemimpin yang mencerminkan jati diri bangsa Indonesia. Tingkatkan keimanan dan ketaqwaan, agar mendapatkan petunjuk-Nya dalam melaksanakan tugas. Pelihara dan kembangkan semangat, jiwa integrasi yang telah tumbuh selama masa pelatihan. Jadikan hari ini sebagai bekal dalam mengarungi medan tugas sebenarnya,” ungkap Kapolri.

Selain itu, manfaatkan pengetahuan dan wawasan selama latihan. Kapolri menyarankan, agar semua itu dikembangkan demi menjalankan tanggung jawab yang akan diemban nantinya. Peserta hendaknya dapat memahami dan menghayati semangat integrasi taruna, praja dan mahasiswa. Ini dapat dijadikan sebagai landasan moral menjalankan tugas negara.

“Ingat, kemajemukan bukan suatu hal yang harus dipertentangkan. Namun harus dapat dijadikan kekuatan mewujudkan persatuan dan kesatuan. Khusus taruna, kalian akan kembali ke akademi masing-masing untuk melanjutkan berbagai rangkaian kegiatan hasil pendidikan. Jaga diri dengan baik, hindari berbagai tindakan menyimpang dan melanggar aturan,” tegasnya. 

Sumber: 
Diskominfo Babel
Penulis: 
Rizky Fitrajaya/Huzari
Fotografer: 
Rizky Fitrajaya
Editor: 
Huzari | Adi Tri Saputra