Kasus Terkonfirmasi Kian Bertambah, Masyarakat Diharapkan Lebih Waspada


PANGKALPINANG - Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kepulauan Bangka Belitung (Babel) terus bertambah, hingga Sabtu (6/6/2020) terdata sebanyak 98 kasus terdiri dari perawatan sebanyak 63 kasus, sembuh sebanyak 34 kasus dan satu meninggal.

Dari data yang ada, kasus tertinggi berasal dari Orang Tanpa Gejala (OTG) sebanyak 2.070 kasus, Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 1.047 kasus, dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 97 kasus.

Menanggapi hal ini, Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Babel sudah mengantisipasi peningkatan kasus di Babel dengan melakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE) dan tracking sebab sebagian besar OTG.

"Isolasi harus disiapkan betul-betul semua daerah, dalam hal ini Dinkes Babel sudah mempersiapkan empat tempat yakni Gedung Pendidikan dan Latihan (Diklat) Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Babel, asrama haji, Balai Latihan Kerja (BLK) Babel, dan Rumah Sakit Kalbu Intan Medika (RS KIM)," ungkap Kepala Dinkes Babel, drg. Mulyono Sutanto di Pangkalpinang, Minggu (7/6/20).

"Semua yang positif akan difokuskan diisolasi di Diklat BKPSDMD Babel dan RS KIM, sedangkan yang ringan atau ODP dan terjaring di dua tempat lainnya," ujarnya.

Lanjutnya, dengan adanya peningkatan kasus ini, semua masyarakat harus lebih mematuhi protokol Covid-19, harus mau ditracking atau di rapid test dan pemeriksaan kesehatan lainnya. Agar masyarakat tetap produktif, tapi juga aman dan terhindar dari Covid-19.

Sementara, Ketua Rumah Sakit Jiwa Daerah sekaligus Wakil Ketua IDI Daerah, dr. Andri Nurtito, menjelaskan prediksi kedepan selama memenuhi protokol kesehatan Covid-19, maka diharapkan penyebaran wabah Covid ini dapat terkendali. Namun, apabila tidak taat atau disiplin dengan protokol kesehatan ini, maka tidak menutup kemungkinan pertambahan jumlah kasus.

"Diharapkan masyarakat untuk dapat mematuhi protokol kesehatan penanggulangan pencegahan Covid-19 ini di era normal baru yang akan dihadapi ke depan," ungkapnya.

Lanjutnya, apabila tidak mematuhi aturan ini, dikhawatirkan akan terjadi peningkatan kasus Covid-19 melebihi kapasitas fasilitas yang sudah disiapkan dan ada sekarang ini. Peranan pengendalian ini, harus dilaksanakan semua pihak termasuk masyarakat, tidak hanya pihak kesehatan dan pemerintah saja.

Sedangkan, dr Lia Giovana, Specialis Paru RSUP Ir Soekarno, dr Lia Giovana, mengatakan ada sisi positifnya dengan bertambahnya kasus di Babel, dalam ini upaya tim surveylance sudah melakukan tugas dengan baik, sudah melakukan tracking dengan jalur yang benar, hal ini diketahui jumlah OTG, ODP yang terdata saat ini.

"Dan saat ini di Babel sudah ada swab PCR sendiri, lebih mempermudah lagi tracking dan penyelidikan epidemiologi dalam mempercepat diagnosis," ujarnya.

Apalagi terkonfirmasi positif ini kebanyakan OTG, sehingga dengan adanya tracking yang cepat, maka bisa diketahui penelusurannya dalam memutuskan rantai penyebaran. Semakin banyak OTG, protokol kesehatan harus lebih ditingkatkan lagi dengan menggunakan masker, jaga jarak, cuci tangan, dan lainnya termasuk meningkatkan imunitas tubuh.

Ditambahkan, Dirut RSUP Ir Soekarno, dr Armayani Rusli, dengan meningkatnya terkonfirmasi positif ini, surveylance berjalan dengan baik, ditambah lagi Test Cepat Molekuler (TCM) sudah ada di beberapa RSUD serta swab PCR hal ini dapat ditanggapi dengan cepat.

"Artinya dengan kondisi kasus saat ini, masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan bahwa penyakit ini ada tapi tidak ada keliatan," ujarnya.

"Maka dari itu, mari tingkatkan imunitas dan tingkatkan protokol kesehatan Covid-19 dalam aktifitas sehari-hari," pungkasnya.

Sumber: 
Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid-19 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Penulis: 
Tim GTPPC prov kep. Babel
Fotografer: 
Bidang IKP
Editor: 
Listya