KB Muspida Babel Pertama di Indonesia

TOBOALI - Secara estafet, Badan Pemberdayaan Perempuan, Keluarga Berencana dan Perlindungan Anak (BPPKBPA) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) melaksanakan Fasilitasi Keluarga Berencana Musyawarah Pimpinan Daerah (KB Muspida) di empat kabupaten, yakni Belitung Timur, Bangka Selatan, Bangka Barat dan Kabupaten Bangka.

Kegiatan fasilitasi berlangsung selama dua bulan, sejak Agustus hingga September 2014. Sebelumnya, BPPKBPA telah lebih dulu menggelar Safari KB Muspida pada tahun 2008 dan 2013.

Kepala Perwakilan Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Hermansyah mengatakan, Safari KB Muspida Babel merupakan perdana dilaksanakan di Indonesia. Dirinya menaruh harapan besar terhadap terobosan yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam mempromosikan program kependudukan, KB dan pembangunan keluarga.

"Model (KB Muspida-red) ini baru pertama kali dilakukan di Indonesia, belum pernah saya lihat ada di daerah lain. Kami menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Apalagi tadi saya lihat banyak warga yang mulai bertambah menjadi akseptor KB," ujar Hermansyah, ditemui usai kegiatan Fasilitasi KB Muspida, di eks lapangan sepak bola Komplek Timah Bukit Permai, Toboali, Bangka Selatan, Rabu (10/09/2014).

Hermansyah mengakui selama ini peserta akseptor KB lebih banyak dilakukan oleh wanita, baik secara hormonal (dengan menggunakan pil, suntik, implan), maupun spiral. Selanjutnya dia berharap para suami juga turut mendukung tujuan pemerintah dalam mewujudkan keluarga kecil bahagia dan sejahtera.

Menurutnya, untuk mewujudkan keluarga kecil bahagia dan sejahtera tidak semata-mata menjadi tanggung jawab seorang istri, melainkan peran serta suami yang menjadi bagian dari sebuah keluarga.

"Setiap keluarga akan selalu mengidamkan putera-puterinya tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas dan berkualitas," imbuh Hermansyah.

Sebelumnya, dalam seremoni Fasilitasi KB Muspida, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Rustam Effendi mengajak Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) untuk berperan serta dalam mempromosikan program kependudukan, KB dan pembangunan keluarga. Sasarannya lebih dititik-beratkan pada keluarga staf masing-masing dan Pasangan Usia Subur (PUS) kelompok umur 15-39 tahun.

"Peran-serta FKPD yang dulunya bernama Muspida, sangat diharapkan dalam promosi ini, guna meningkatkan pemahaman dan pengetahuan keluarga akan pentingnya KB dalam mewujudkan keluarga kecil bahagia dan sejahtera," ujar Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Sosial Kemasyarakatan Hj Syafitri SE, MSi ketika membacakan sambutan tertulis Gubernur Babel.

Menurut gubernur, koordinasi lintas sektoral dalam mendukung pelaksanaan program kependudukan, KB dan pembangunan keluarga telah melibatkan banyak pihak. Institusi TNI, Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Tim Penggerak PKK, Polri dan mitra kerja lainnya dinilai menunjukkan kontribusi positif dalam peningkatan pencapaian program tersebut.

Keterpaduan sinergitas Fasilitasi KB Muspida juga dihadapkan pada persoalan serius menyusul kemungkinan terjadinya ledakan penduduk di masa yang akan datang. Berdasarkan hasil sensus tahun 2010, struktur penduduk secara nasional sangat tidak menguntungkan, karena besarnya jumlah penduduk usia remaja. Apabila mereka melakukan perkawinan secara serempak pada usia muda, hamil dan melahirkan tanpa terencana, maka Indonesia berpeluang besar mengalami ledakan penduduk.

Menurut Gubernur Babel, kondisi itu dapat dihindari di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalui kesadaran semua pihak untuk menahan diri tidak melakukan perkawinan di usia muda, merencanakan kehamilan dan kelahiran.

Dia mengakui dengan pertumbuhan penduduk yang tinggi akan berpengaruh terhadap penyediaan pangan, perumahan, sarana kesehatan, sarana pendidikan dan lapangan kerja. Beban berat itu akan dipikul oleh pemerintah saja jika tidak ada kepedulian semua pihak secara bersama-sama.

"Kita harus terus menggalakkan program kependudukan, KB, dan pembangunan keluarga. Juga untuk mengendalikan laju pertumbuhan penduduk serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Seluruh keluarga hendaknya ikut menciptakan generasi yang sehat, cerdas dan berkualitas," kata Syafitri.

Gubernur berpendapat, hal tersebut berimplikasi pada terjaminnya masa depan yang lebih baik, secara nasional maupun di Bumi Serumpun Sebalai. (ism/mels-tim media center)

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Ismail | Imelda Ginting
Fotografer: 
Ismail
Editor: 
Ismail