Kelenteng Senilai Rp7 Miliar Diresmikan

Belitung Timur – Kelenteng senilai Rp7 miliar diresmikan, Jumat (9/1/2015). Peresmian rumah ibadah Fu De Ci, berlokasi di Kelapa Kampit, Belitung Timur tersebut secara langsung dilakukan Hidayat Arsani Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung. Hampir 90 persen material pembangunan kelenteng didatangkan langsung dari Cina, begitu juga dengan pekerja pembangunan kelenteng.

Usai melakukan pengguntingan pita pertanda diresmikan kelenteng, Wagub mengatakan, peresmian kelenteng ini merupakan salah satu rasa syukur terhadap pemberian Tuhan. Seluruh elemen terkait diberikan tanggung jawab untuk mengurus keberadaan kelenteng ini, sebab keberadaannya selain untuk tempat beribadah juga dapat dimanfaatkan sebagai destinasi wisata religi di Kabupaten Belitung Timur.

“Tujuan semua agama itu sama, namun masing-masing agama mempunyai cara berbeda untuk mencapai tujuannya,” kata Wagub saat menyampaikan sambutan, Jumat sore (9/1/2015).

Kendati terdapat perbedaan agama di Bangka Belitung, Wagub mengharapkan agar rasa persatuan, kesatuan bangsa tetap terjaga. Selain itu, sesama umat beragama hendaknya dapat ikut mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Sehingga keberadaan perbedaan tersebut dapat membuat Bangka Belitung semakin hebat. Saling hormat-menghormati dalam kehidupan antara suku juga harus dijaga untuk menciptakan keharmonisan.

Pantauan Babelprov.go.id di lokasi peresmian, wujud keharmonisan antar umat beragama nampak terlihat. Sebab di sela-sela kegiatan peresmian ini, pihak pengurus yayasan Kelenteng Kelapa Kampit memberikan sumbangan dan bantuan untuk rumah-rumah ibadah umat muslim, kristiani dan umat agama lainnya. Tak hanya itu, jalinan tali kasih pun diperlihatkan dengan memberikan bantuan kepada masyarakat kurang mampu.

Kalau dulu tak ada kepala daerah dari suku tionghua. Wagub mengatakan, namun sekarang sudah banyak pemimpin maupun kepala daerah dari suku tionghua. Ini menunjukan sudah tidak ada lagi perbedaan, sebab semua masyarakat Indonesia bertujuan sama untuk membangun negara dan memakmurkan masyarakat. Jangan lagi terbelenggu dengan kebijakan-kebijakan politik yang dapat memecah belah persatuan bangsa.

“Saat ini harus pandai melihat kepentingan rakyat. Sebab, menjabat sebagai kepala daerah merupakan amanat rakyat. Setelah tidak lagi diberikan amanah, maka akan kembali menjadi rakyat,” tegasnya.

Keberadaan kelenteng ini diharapkan dapat membangkitkan pengembangan sektor pariwisata. Ia menambahkan, selama ini wisata di Belitung Timur yang dapat dijual yaitu wisata pantai, perbukitan dan wisata kuliner. Namun sekarang ini sudah bertambah satu lagi destinasi wisata yaitu wisata religi. Dengan banyaknya jumlah tempat wisata, membuat kawasan Belitung Timur maupun Belitung mempunyai daya tawar tersendiri bagi wisatawan nasional maupun manca negara.

“Wisatawan tak akan bertahan lama jika tempat wisatanya hanya pantai. Untuk itu perlu adanya jenis-jenis tempat wisata lainnya,” harapnya.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Rizky | Huzari
Fotografer: 
Rizky
Editor: 
Huzari