Kembangkan Pelaku Ekraf Dukung Kepariwisataan Bangka Belitung

 
Pangkalpinang - Pelaku ekonomi kreatif (ekraf) memiliki peran besar dalam mendukung pariwisata. Untuk itu perlu upaya pengembangan agar para pelaku ekraf semakin memahami dan menjalankan perannya dengan optimal dalam kepariwisataan Bangka Belitung.
 
Demikian dikatakan Kepala Disbudpar Babel, Rivai usai membuka acara Forum Komunikasi Pemangku Kepentingan Pariwisata Dalam Pembangunan Kepariwisataan Bangka Belitung dengan tema Perlindungan HKI Produk Ekonomi Kreatif, di Hotel Bangka City, Pangkalpinang, Selasa (12/3/2019).
 
Rivai meminta agar para pelaku memanfaatkan kesempatan ini untuk menggali lebih banyak informasi terkait perlindungan produk ekraf.
 
“Narasumber kita hari ini ada pak Muhammad Fauzy, yakni Kasubdit Advokasi HKI, dari Badan Ekonomi Kreatif. Jadi saya minta agar para peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan serius. Apa yang ingin diketahui terkait produk ekraf, tanyakan. Supaya kita kaya akan informasi,” pinta Rivai.
 
Kepala Bidang Sumber Daya Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Kelembagaan Pariwisata, Disbudpar Babel, Darnis Rachmiyati juga berharap melalui forum ini dapat meningkatkan peran pelaku ekraf di Bangka Belitung.
 
“Di forum ini kita memberikan informasi terkait perlindungan produk kreatif. Harapannya, selain menambah wawasan para pelaku ekraf kita, mereka juga semakin memberikan kontribusinya bagi kepariwisataan Bangka Belitung,” harap Darnis.
 
Senada hal tersebut, Muhammad Fauzy, Kasubdit Advokasi HKI, Badan Ekonomi Kreatif selaku narasumber juga mengatakan bahwa pentingnya pelaku ekraf memberikan perlindungan terhadap produk yang dimiliki.
 
“Kita sebagai pelaku ekraf harus memahami hukum perlindungan produk itu seperti apa. Walau pun ini masih tergolong baru, tapi sangat penting. Agar produk kita terlindungi secara hukum,” kata Fauzy.
 
Fauzi juga mengajak para peserta untuk mengunduh aplikasi BIIMA - Info HKI di Play Store atau App Store, yang diluncurkan oleh Bekraf RI yang menyajikan informasi Hak Kekayaan Intelektual secara praktis.
 
Para peserta berjumlah 35 orang berasal dari para pelaku ekraf se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
 
 
Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Ernawati Arif
Fotografer: 
Rafiq Elzan
Editor: 
Fitra