Kepala DP3ACSKB Susanti Bilang, Konsep Gender Seperti Ini

PANGKALPINANG -- Kepala DP3ACSKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Susanti mengatakan konsep gender mengacu pembedaan peran, fungsi dan tanggung jawab laki-laki dan perempuan. Ini akibat keadaan sosial dan budaya masyarakat. Gender di setiap daerahpun berbeda-beda. 

Pengarusutamaan gender strategi mewujudkan kesetaraan dan keadilan melalui kebijakan. Susanti menjelaskan, programnya harus memperhatikan pengalaman, aspirasi, kebutuhan serta permasalahan perempuan dan laki-laki dalam pembangunan di berbagai bidang kehidupan.

"PPRG dan PUG harus segera ditindaklanjuti secara serius agar terjadi percepatan,” kata Susanti saat  Pelatihan Fasilitator Pelaksanaan Perencanaan dan Penganggaran Responsif Gender (PPRG) tingkat Desa di Swiss-Belhotel, Selasa (11/12/2018).

Susanti mengingatkan pesan Gubernur Erzaldi agar Babel berubah dan serius menjadikan Bangka Belitung sejahtera. Desa tempat pertama dan utama di Indonesia, kalau ingin provinsi, kabupaten, dan kecamatan bagus maka desa harus bagus.

Sedangkan PUG adalah strategi dan sinergitas. Susanti menambahkan, komitmen menjadi kunci utama integrasi PUG dalam pembangunan daerah. Pemenuhan prasyarat pelaksanaan PUG, menjadi titik awal pelaksanaan PUG dalam pembangunan daerah. 

"PUG mengarahkan implementasi pembangunan menjadi lebih tepat guna dan tepat sasaran. PUG melalui PPRG harus memberi output dan menjawab kebutuhan, aspirasi, permasalahan, isu kesenjangan serta mampu menjawab visi dan misi kepala daerah,” jelas Susanti.

Sumber: 
DP3ACSKB Babel
Penulis: 
Tasya Eliani
Fotografer: 
Aisyah Putri
Editor: 
Huzari