Kerajinan Babel Butuh Strategi Pemasaran

BELINYU – Pengembangan usaha kecil kerajinan asal Bangka Belitung memerlukan strategi pemasaran, agar dapat diterima di pasar lokal dan luar daerah. Saat ini, masih banyak produk yang belum mampu bersaing karena minimnya strategi dalam mencari pangsa pasar.

“Selain perlunya perhatian dari pemerintah, usaha kecil juga harus bisa mencari strategi pemasaran, bagaimana agar produk-produk pengrajin ini dapat dijual baik di dalam maupun ke daerah lain,” cetus Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani, di sela-sela kunjungan kerjanya di Desa Mantung, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka, Jum’at (13/03/2015).

Menurut Wagub, potensi kerajinan asal Babel tidak kalah bagus dengan produk dari daerah lain. Namun diakuinya strategi pemasaran yang minim menyebabkan produk tersebut kurang dikenal secara luas. Selain promosi, Wagub juga mengingatkan perlunya sentuhan dalam kemasan setiap produk yang dihasilkan masyarakat.

“Tinggal bagaimana pengembangan usaha-usaha kecil ini dan pengemasan hasil-hasil produk ini agar lebih bagus dan dikenal,” tambah Wagub ketika berada di salah satu usaha kecil kreatif pembuatan rajutan dan kain songket milik seorang warga Mantung, Martina.

Di tempat ini, Wakil Gubernur Hidayat Arsani didampingi sejumlah Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mendengarkan keluhan langsung dari perajin. Antara lain ketersediaan bahan baku yang terbatas sehingga harus menunggu pasokan dari luar daerah.

Di tahun 80-an, Martina mulai menekuni usaha tersebut bersama ke empat saudaranya, dengan menerima pesanan dari warga.

“Kemudian saya mencoba mengajak warga sekitar untuk usaha ini namun pasar saya masih sedikit, baru door  to door saja. Paling yang mau saja baru saya buat, dan bahan-bahannya juga masih harus saya pesan dari luar ya karena kan di sini terbatas,” cerita Martina.

Mendengar penuturan warga, Wagub Hidayat Arsani meminta SKPD terkait untuk memberikan perhatian dan bantuan terhadap usaha kecil yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat.

“Nah, usah-usaha kecil seperti ini perlu diperhatikan dan dibantu,” tegas Wagub.

Perlunya pengembangan tersebut, diakui Wagub, karena usaha kecil secara tidak langsung telah memberi kontribusi bagi pemerintah, baik dalam membuka lapangan kerja bagi para ibu rumah tangga maupun membantu meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Ini kan bagus sekali, tinggal bagaimana kita memikirkan cara mengembangkannya,” imbuh Wagub.

Kehadiran Wakil Gubernur Hidayat Arsani di Desa Mantung merupakan kegiatan Safari Jum’at dalam rangka silaturrahmi bersama masyarakat. Usai menunaikan sholat Jum’at di Masjid Nurul Iman Desa Mantung, dalam suasana silaturrahmi Wagub kembali menekankan pentingnya keberadaan saraa SPI (sehat, pendidikan, dan iman. Salah satunya dapat direpresentasikan melalui keberadaan rumah ibadah.

Kegiatan diakhiri santap siang bersama, sekaligus melihat langsung kondisi pembangunan Masjid Nurul Iman yang masih dalam proses penyelesaian pembangunan.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Stevani
Fotografer: 
Reni
Editor: 
Ismail