Kesadaran Masyarakat Akan Tata Tertib Berlalu Lintas Masih Rendah

Pangkalpinang – Dinas Perhubungan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar rapat koordinasi teknis bidang perhubungan, dimana acara yang digelar tersebut di Hotel Aston Sol Marina pada hari jum’at tanggal 14 Juni 2013.

Dalam acara Rakornis, Direktur Lalu lintas Polda Kepulauan Bangka Belitung Kombes Pol Ai Afriandi , SH, SIK memaparkan mengenai kebijakan polri di bidang transportasi. Kemudian ia melanjutkan dengan memaparkan permasalahan-permasalahan berlalu lintas yang ada di masyarakat.

Dimana masih banyak pelangaran sehari-hari yang dapat terlihat dijalanan, seperti pengendara yang tidak menggunakan helm, pengendara yang menggunakan telepon genggam saat berkendara dan lain lain. Hal ini sungguh sangat memprihatinkan, karena pelanggaran tersebut, tanpa disadari dapat membahayakan jiwa penumpang tersebut dan juga orang-orang yang disekitarnya.

Dari data yang didapat di lapangan, pelanggaran lalu lintas terbanyak yang dilakukan di masyarakat adalah pengendara kendaraan roda dua. Selain pelanggaran, juga termasuk kecelakaan lalu lintas yang menelan banyak korban, lebih banyak terjadi kepada pengendara sepeda motor, dimana untuk tahun 2012 terdapat 548 lakalantas, bandingkan dengan mobil penumpang yang 130 lakalantas. Hal ini perlu mendapat perhatian serius menurut Ai Afriandi, karena pengendara sepeda motor rentan menjadi korban kecelakaan.

Untuk kondisi lalu lintas saat ini, banyak dari pemakai jalan yang masih tidak tertib, belum patuh pada peraturan, dan hanya takut apabila ada petugas. Selain itu manajemen lalu lintas belum optimal, dengan sarana dan prasarana yang belum mendukung. Dan diakui Ai Afriandi para petugas belum maksimal melaksanakan tugas, dan ini harus terus diperbaiki, dan pengupayaan akan hal tersebut terus dilakukan.

Kemudian salah satu upaya yang dilakukan oleh jajaran kepolisian adalah dengan Kanalisasi, dimana bertujuan untuk membudayakan para pengguna sepeda motor berjalan di sebelah kiri.

“Kanalisasi ini sudah mulai dilaksanakan dan disosialisasikan untuk dibiasakan. Karena pemerintah bertanggung jawab atas terjaminnya keselamatan lalu lintas dan angkutan  jalan,” ujar Ai Afriandi.

Selain itu, ada juga konsep perambuan harus mencolok , dan mudah terbaca, mudah dipahami, terpercaya, konsisten dan benar. Ini semua untuk kemudahan dan keselamatan pengguna jalan.

“Kita sudah berupaya, dan kita berharapan kepada masyarakat untuk lebih displin, dan  patuh kepada aturan.” Tutup Ai Afriandi di akhir pemaparannya.

Kemudian acara berlanjut dengan pemaparan dari Kepala Jasa Raharja Mulyandi SE, peran jasa raharja dalam transportasi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Beliau turut prihatin, karena dari semua korban adalah tanggung jawab dari PT. Jasa Raharja, dan sangat mengapresisasi dengan upaya-upaya untuk mengurangi kecelakan yang telah dilakukan oleh kepolisian.

Dan sayangnya banyak dari masyarakat yang belum mengetahui fungsi dari PT. Jasa Raharja ini, padahal mereka dapat mengurangi beban apablla mengalami lakalantas yang menimpa diri mereka.

Untuk mendapatkan santunan dari PT. Jasa Raharja ini, sang korban harus melaporkan kepolisian, dan kemudian dapat mengurus ke Jasa Raharja.

“Sepanjang kecelakaan terjadi terhadap dua kendaraan atau lebih, walau kendaraan bodong tanpa surat, maka tetap akan mendapatkan dana santunan dari Jasa Raharja, selama bukan laka tunggal.” Ungkap Mulyandi.

Dan beliau mengatakan terbuka untuk para korban kecelakaan, dan dapat menghubungi beliau di nomer : 085262171377 untuk mengetahui info lebih lanjut. Walaupun kita semua berharap kecelakaan tidak akan pernah terjadi kepada kita tentunya. (K5/TMC)

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Khalimo
Fotografer: 
Khalimo
Editor: 
Khalimo