Kesejahteraan Masyarakat Meningkat

Pangkalpinang – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung merilis indeks kebahagian tahun 2014 di daerah kepulauan ini sebesar 68,45 persen. Angka tersebut dihitung pada skala 0-100. Semakin tinggi nilai indeks, menunjukkan tingkat kehidupan yang semakin bahagia. Sebaliknya, semakin rendah nilai indeks penduduk semakin tidak bahagia.

Menurut Herum Fadjarwati Kepala BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, indeks kebahagiaan merupakan indeks komposit disusun dengan tingkat kepuasan terhadap sepuluh aspek kehidupan esensial. Setiap aspek kehidupan memiliki besaran kontribusi berbeda-beda terhadap indeks kebahagiaan. Hal ini terjadi karena perbedaan penilaian mengenai derajat pentingnya setiap aspek kehidupan terhadap tingkat kebahagiaan secara keseluruhan.

“Semakin besar kontribusi suatu aspek kehidupan, menunjukkan semakin penting aspek tersebut bagi indeks kebahagiaan. Tiga aspek kehidupan memiliki kontribusi paling tinggi adalah pendapatan rumah tangga 14,34 persen, pendidikan 13,73 persen dan pekerjaan 13,31 persen,” ungkapnya saat jumpa pers di Kantor BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kamis (5/2/2015).

Keterbatasan indikator ekonomi dalam merepresentasikan tingkat kesejahteraan masyarakat telah meningkatkan perhatian dunia terhadap aspek sosial dalam pembangunan. Kemajuan pembangunan  dilihat dari pertumbuhan ekonomi dan penurunan kemiskinan dinilai belum cukup untuk menggambarkan tingkat kesejahteraan sesungguhnya.

Tingkat kesejahteraan masyarakat sebenarnya dapat diukur dengan cara menggunakan standar yang sama (indikator obyektif) dan menggunakan standar yang tidak sama (indikator subyektif). Salah satu indikator kesejahteraan mengukur capaian berdasarkan standar yang tidak sama untuk masing-masing individu adalah indek kebahagian. Pengukuran indeks kebahagiaan dikenal sebagai pengukuran bersifat ‘beyond GDP’.

Lebih jauh ia menjelaskan, kebahagiaan merupakan suatu hal yang dirasakan dan dipersepsikan secara berbeda oleh setiap orang. Pengukuran kebahagiaan merupakan hal subyektif, dalam hal ini kebahagian menggambarkan indikator kesejahteraan subyektif yang digunakan untuk melengkapi indikator obyektif. Berbagai penelitian tentang indeks kebahagiaan mengkaitkan kebahagiaan sebagai bagian dari kesejahteraan subyektif dengan komponen kepuasan hidup dan emosi positif.

Konteks pemanfaatan indeks kebahagiaan sebagai salah satu bahan pengambilan kebijakan publik. Menurutnya, dalam konteks pemanfaatan indeks kebahagiaan sebagai salah satu bahan pengambilan kebijakan publik, maka komponen kebahagiaan yang digunakan adalah kepuasan hidup. Pengembangan indikator untuk mengukur kebahagiaan penduduk telah dilakukan BPS.

“Indeks kebahagiaan Indonesia dirilis pertama kali pada tahun 2013 berdasarkan hasil studi dengan representasi estimasi tingkat nasional. Tahun 2014, BPS kembali melaksanakan pengukuran tingkat kebahagiaan penduduk Indonesia melalui Survei Pengukuran Tingkat Kebahagiaan (SPTK) 2014, dengan cakupan sampel yang dapat digunakan untuk estimasi tingkat nasional maupun provinsi,” paparnya.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Rizky | Huzari
Fotografer: 
Rizky
Editor: 
Huzari