KIM Muara Informasi Masyarakat

PANGKALPINANG - Keterbukaan informasi mendorong masyarakat menjadi mandiri. Informasi sudah menjadi kebutuhan pokok, sehingga membuat masyarakat selalu haus terhadap kebutuhan informasi. Berbagai upaya dilakukan untuk pemenuhan kebutuhan informasi tersebut, salah satunya membentuk dan membina Kelompok Informasi Masyarakat (KIM).

Effendi Kabid Bidang Sarana Komunikasi dan Diseminasi Informasi Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menjelaskan, KIM bisa berada di mana saja, mulai dari desa hingga perkotaan. Selain itu KIM tersebut dapat bergerak di segala bidang seperti, KIM nelayan, petani, pekerja dan bidang-bidang lainnya.

"Fungsi atau manfaat KIM cukup banyak. Contohnya, anggota KIM dapat lebih cepat mengakses informasi. Dan informasi yang diterima anggota kelompok bisa beragam, sebab antara KIM dapat saling bertukar informasi," katanya saat menyampaikan materi Sosialisasi KIM di Hotel Novilla, Sungailiat, Kabupaten Bangka, Senin (16/6/2014).

Keberadaan Kominfo dapat merumuskan model aktivitas KIM, memfasilitasi hingga melakukan advokasi pelaksanaan aktivitas KIM. Ia menambahkan, pemerintah juga dapat memberikan saran terhadap pelaksanaan kegiatan kelompok informasi tersebut. Sebab dengan adanya KIM diharapkan dapat memberdayakan masyarakat dalam hal-hal positif.

Hal senada disampaikan Marwan, Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Menurutnya, agar KIM tumbuh dan berkembang harus adanya sinergi. Sebab dengan bersinergi KIM dapat saling mengisi dan melengkapi perbedaan untuk mencapai hasil lebih besar. Keberadaan KIM juga diharapkan dapat memberikan dampak positif di lingkungan masyarakat.

Agar dapat bersinergi harus saling menghargai perbedaan. Ia mengatakan, kalau ingin belajar bersinergi dapat melihat kehidupan serangga seperti semut. Karena untuk mendapatkan atau mencapai tujuan, semut selalu bersinergi satu dengan lainnya.

Berbicara mengenai keterbukaan informasi, ia memaparkan, saat ini keterbukaan informasi telah dilindungi Undang-Undang No 14 tahun 2008. Berdasarkan undang-undung tersebut masyarakat berhak mendapatkan informasi yang dibutuhkan, kecuali informasi yang dikecualikan.

Masyarakat dapat mengakses informasi dari manapun. Seperti dari media cetak, audio visual hingga multi media. Lebih jauh ia menjelaskan, mengakses informasi terbaru dapat menambah pengetahuan. Selanjutnya informasi yang didapat didiskusikan dengan anggota kelompok. Namun tak berhenti pada tahap itu saja, sebab harus ditindak lanjuti dengan mengambil tindakan.

"KIM juga harus dapat membangun jaringan. Hal tersebut dapat dilakukan dengan orang per orang atau kelompok. Setelah jaringan terbentuk, KIM akan menjadi besar dan mandiri," jelasnya.(tim)

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Huzari
Fotografer: 
Rizky
Editor: 
Huzari