Kini Desa Kurau Tertata Rapi

Kurau – Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terus menata permukimam penduduk agar terlihat rapi dan bersih. Dulu, Desa Kurau belum begitu tertata. Namun dalam kurun waktu seminggu, kawasan ini menjadi lebih baik. Hendaknya program penataan pemukiman terus dilaksanakan, sehingga dapat mengantisipasi kesan semrawut.

"Saya berterima kasih dan sangat mengapresiasi kinerja masyarakat dan panitia. Dulunya desa ini tidak rapi dan semrawut, namun kini sudah tertata dengan baik ," kata Hidayat Arsani Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung saat menghadiri peringatan Hari Habitat Dunia di Desa Kurau, Kabupaten Bangka Tengah, Senin (10/10/2016).

Hasanudin Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menambahkan, tujuan kegiatan untuk mengangkat harkat hidup masyarakat, terutama di daerah kumuh. Ke depan, program 100-0-100 yang dicanangkan Kementerian PU dapat tercapai. Target capaian yakni, 100 persen akses air minum, nol persen kawasan permukiman kumuh dan 100 persen akses sanitasi layak.

“Saat ini pemerintah pusat dan daerah konsentrasi mensejahterakan masyarakat, terutama masyarakat berpenghasilan rendah di daerah permukiman kumuh. Kehidupan masyarakat di Desa Kurau ini sudah cukup sejahtera, namun dalam segi kesehatan perlu ditingkatkan lagi,” kata Hasanudin.

Kasim Kepala Desa Kurau mengapresiasi penataan pemukiman di Desa Kurau. Menurutnya, ini bentuk kepedulian pemerintah. Melalui kegiatan ini, masyarakat di desa dapat belajar cara menjaga kebersihan dan memanfaatkan lingkungan. Karena masyarakat desa harus bisa bersama-sama mengentaskan permukiman kumuh.

Melalui kegiatan ini, jelasnya, masyarakat dapat menambah wawasan tentang cara hidup bersih. Kurang lebih seminggu masyarakat melakukan persiapan seperti penyisiran lokasi, membersihkan jalan dan melakukan penghijauan. Diharapkan seluruh masyarakat dapat menjaga kebersihan desa, sehingga permukiman tidak kumuh.

“Kita harap pemerintah terus menerus melaksanakan kegiatan ini dan selalu memberikan perhatian kepada masyarakat. Kegiatan seperti ini tidak bisa dilaksanakan hanya sekali, butuh waktu cukup lama untuk menyadarkan masyarakat desa tentang pentingnya hidup bersih,” jelasnya.

Sumber: 
Diskominfo Babel
Penulis: 
Suci Lestari
Fotografer: 
Surianto
Editor: 
Huzari | Adi Tri Saputra