KPN Sail Nias Telah Usai, Begini Kesan Dinul Selama Mengikuti KPN 2019

Pangkalpinang - Banyak ilmu dan wawasan yang diperoleh dan menjadi pengalaman yang paling berharga bagi Dinul Muammar Al Mahdi, Pemuda asal dari kota Pangkalpinang setelah mengikuti Kapal Pemuda Nusantara (KPN) 2019.
 
Selama 23 hari, tiga orang pemuda yang mewakili Babel telah mengakhiri seluruh rangkaian kegiatan Kapal Pemuda Nusantara (KPN) 2019, yang dilaksanakan dari tanggal 30 Agustus - 22 September 2019, bertepatan dengan Sail Nias, di pulau Nias Sumatera Utara. Tiga pemuda peserta KPN yang mewakili Babel merupakan tiga orang mahasiswa dari universitas Bangka Belitung yakni, Rani Tuwitri dari jurusan Biologi, Fakultas Pertanian Perikanan dan Biologi. Esy Dwi Aprilia jurusan Ilmu politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik dan
Dinul Muammar Al-mahdi jurusan Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Pertanian Perikanan dan Biologi universitas Bangka Belitung.
 
Dinul Muammar Al Mahdi, mengemukakan, kegiataan KPN berdampak positif sebagai pembentukan karakter untuk menjadi pribadi yang lebih baik, jelasnya, saat bertemu dan berkunjung ke kantor diskepora Babel, Kamis (03/10/2019).
 
Ketika berkunjung ke Diskepora Babel, Dinul bersama dua temannya, disambut langsung oleh Kadiskepora Babel Suharto beserta Kabid kepemudaan diskepora Babel Ferdian Hermawan Loebis.
 
"selama di kapal, kami diberi pembekalan materi seperti wawasan kebangsaan dan wawasan nusantara. arti penting dari negara, itu menjadi kesan dan pengalaman materi yang paling berkesan", ungkapnya.
 
Indonesia yang terdiri dari 34 Provinsi, terdiri dari ribuan pulau mulai dari Sabang sampai Merauke. menurutnya, dan mengerti serta paham, bahwa Perbedaan yang menjadi satu kesatuan.
 
"Tidak memandang latar belakang, tidak memilih dari mana, suku apa, justru perbedaan itu di situ justru menjadi suatu hubungan yang harmonis akhirnya", pungkasnya.
 
Dinul berharap, agar generasi muda Babel untuk lebih menghargai dan memanfaatkan segala potensi sumber daya alam yang melimpah yang dimiliki babel dengan baik dan sehingga bermanfaat bagi seluruh masyarakat Babel khusunya dan indonesia umumnya.
 
" saya pernah mendengar pernyataan komandan satgasnya yakni Pak dewa, mengatakan bahwa laut itu bukan sebagai pemisah, tapi laut kita ini khususnya menjadi pemersatu", ungkapnya.
Sumber: 
Diskepora Babel
Penulis: 
Adits