Kreatif Lomba Ramaikan Acara Mandi Belimau

Merawang – Tahun ini, pelaksanaan acara Adat Mandi Belimau terlihat lebih kreatif. Biasanya rangkaian acara hanya nganggung, ziarah dan yasinan ke makam Depati Bahrin. Namun kali ini momen napak tilas diramaikan acara perlombaan.

Komunitas Bahasa Bangka (KBB) dan Universitas Bangka Belitung (UBB) penggagas acara lomba dalam acara adat Mandi Belimau di Dusun Limbung, Desa Jada, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka tersebut. Sebanyak 86 orang mengikuti kegiatan ini.

Perlombaan yang dilakukan antara lain, lomba berbahasa Bangka lalu membedakan peserta penduduk asli Bangka dan pendatang. Setelah itu lomba pengetahuan budaya Bangka, dan lomba ketiga mengenai pemahaman nilai bersejarah Bangka.

Sedikitnya terdapat sembilan pasukan putra dan lima pasukan putri mengikuti kegiatan. Nama pasukan mencerminkan nama-nama pahlawan Bangka Belitung seperti, Depati Bahrin, Depati Amir, Panglima Hasan dan beberapa nama pahlawan lainnya.

Setelah melalui tahap seleksi, terpilih tiga pemenang pasukan putra dan tiga pemenang pasukan putri. Pemenang pertama pasukan putra yaitu Panglima Hasan Baqi, kedua Panglima Dahan dan posisi ketiga ditempati pasukan Depati Bahrin. Sedangkan pemenang pertama putri yaitu pasukan Nek Janur, urutan kedua Nek Sri Ginting dan pemenang ketiga Nek Sinah.

Saputra Tim Penilai Napak Tilas 2015 mengharapkan perlombaan dapat menambah pengetahuan peserta tentang sejarah dan budaya di Bangka. Selain itu peserta dapat bertukar informasi dengan mahasiswa dari luar daerah melalui media sosial. Hendaknya peserta napak tilas terus bertambah dan dapat menjadi inspirasi generasi muda.

Sebelumnya peserta napak tilas telah menempuh perjalanan berjarak sepuluh kilometer. Rute yang dilewati merupakan rute perjalanan pahlawan Depati Bahrin beserta para panglimanya. Irma, salah seorang mahasiswa UBB tampak kelelahan melintasi rute yang disiapkan panitia lomba.

Namun remaja semester lima Fakultas Ekonomi ini tetap bersemangat. "Semoga ke depan Depati Bahrin dapat menjadi pahlawan nasional. Acara seperti ini dapat mengangkat nama Depati Bahrin," ungkapnya.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Reni
Fotografer: 
Karina
Editor: 
Huzari