Kuliner Muntok Menjadi Perhatian Ketua Umum Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional

 

MUNTOK - Seribu macam makanan kecil atau kue jajanan pasar merupakan bentuk ekonomi kreatif yang diturunkan ibu-ibu sejak zaman dulu hingga saat ini di Muntok, Kabupaten Bangka Barat. 
 
"Panganan Pelite cemilan kesukaan Bung Karno, adalah kue khas Muntok," ungkap Melati Erzaldi, Ketua Dewan Pembina (KDP) Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekraft) Kepulaun Bangka Belitung yang baru dijabatnya sejak 10 April 2021. 

Hal itu menurut Ketua Melati Erzaldi merupakan salah bukti bahwa ekonomi kreatif Babel yang sudah terbentuk sejak zaman dulu.

Dalam bentuk lain, Kain Tenun Cual berbentuk songket dan selendang sebagai fashion Babel dimiliki Bangka Barat sejak ratusan tahun lalu. 

"Harapan saya, Bangka Belitung dengan segala macam potensialnya dapat bersama-sama membangun ekonomi kreatifnya," ajaknya kepada anggota Gekrafs yang bersamaan dengannya dilantik di Bukit Menumbing, Minggu (11/4/2021).

Gerakan ini harus mampu memberikan peran dalam menggerakan ekonomi kreatif. Ekonomi kreatif bukan hal baru, sejak zaman dulu Bangka Barat sudah memiliki kreatifitas kuliner yang dikenal sebagai kota dengan ragam kue enak. 

Sebagai Dewan Pembina, Ketua Melati Erzaldi menyatakan, akan terus mendampingi dan yakin bahwa semua stakeholder seperti pemerintah pun akan mendukung, terlebih Ketua Erzaldi Rosman yang merupakan suami dan orang nomor satu di Babel. 

"Habis Kata-Kata Saya,” ungkap Ketua Umum Gekraf Kawendra Lukistian ketika ditanyai tanggapannya tentang kuliner Bangka Barat, khususnya produk makanan khas Muntok. 

"Karena makanannya enak, dan bumbunya pekat," ungkapnya. 

Usai melantik kepengurusan Gekrafs Babel, Kak Kawe, begitu sapaan akrabnya, berkesempatan mencicipi makanan-makanan khas Muntok di beberapa tempat makan yang sempat dikunjunginya di Bangka Barat. 

Kak Kawe yang menyukai makanan yang berbumbu pekat, secara pribadi mengaku merasa cocok dengan kuliner di Muntok. 

"Rasa pedas dominan juga menurut saya enak banget. Apalagi menikmatinya dipinggir pantai begini," ungkapnya ketika mecicipi makan otak-otak ikan tenggiri di Pantai Asmara, Muntok. 

Sebelumnya, Ketua Kawe juga mencoba kuliner rumahan yang juga dipujinya karena makanan yang dicicipinya disantap sambil mendengarkan alunan musik melayu dan cerita sejarah dari Kota Muntok. 

Ini adalah nilai lebih bagi wisatawan yang bisa mengunjungi Babel, bukan hanya menikmati kulinernya tetapi juga mendengarkan ceritanya. 

"Saya mengusulkan kepada Kak Melati untuk dibuat konsep wisata jelajah rasa di Bangka Belitung, yang ditujukan untuk wisatawan pecinta kuliner," ungkapnya. 

Tiga hari di Bangka, Ketua Umum Kawe hanya mengunjungi dua lokasi, Pangkalpinang dan Muntok, menurutnya butuh waktu satu minggu bagi pecinta kuliner untuk puas menjelajah Pulau Bangka demi mencicipi panganannya.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Nona Dp
Fotografer: 
-
Editor: 
Natasya