Lagi, Satpol PP Babel Tertibkan Tambang Ilegal Samping Bandara

Pangkalpinang -- Mendapat laporan masih ada aktivitas penambangan di lahan samping Bandara Depati Amir, Satpol PP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dibawah pimpinan Yamowa'a Harefa langsung turun ke lapangan, Jumat sore (04/01/2019). 

Sebanyak tiga pleton anggota diturunkan melakukan penertiban. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Yamowa'a Harefa mengatakan akan berkoordinasi dengan pihak Angkasa Pura mengenai luas wilayah penambangan liar.

"Makanya tadi kita menurunkan tim terpadu untuk men-drone lokasi," ujarnya.

Tim terpadu ini bukan merupakan anggota Satpol-PP. Tim melakukan mapping lokasi penambangan ilegal, namun drone yang akan digunakan untuk mapping tidak dapat diterbangkan karena terganggu frekuensi radio yang digunakan bandara. 

Hal ini terjadi karena lokasi penambangan dengan bandara hanya berjarak kurang lebih 200 meter. Walaupun terjadi kendala demikian, tim akan terus melakukan pendataan secara manual. Koordinator tim sudah diberikan titik-titik lokasi agar mempermudah proses mapping.

Seperti diketahui, lokasi penambangan liar berjarak sangat dekat bandara ini menjadi perhatian pemerintah. Rusaknya lahan, galian-galian tanah dan kolong yang terbentuk akibat penambangan terlihat sangat jelas dari pesawat terbang yang sedang melintas. 

Ini dapat merusak citra Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang ingin memajukan potensi wisatanya. Sebelumnya, beberapa kali sudah dilakukan penertiban. Mulai dari akhir tahun lalu, berbagai pembinaan dilakukan secara persuasif untuk menghentikan proses penambangan.

"Sementara akan melakukan pembinaan, apabila masih terjadi penambangan liar maka akan dilakukan tindakan tegas," pungkas Yamowa'a.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Rusmini