Lemhanas Gali Data di Babel

Pangkalpinang - Usai melakukan pertemuan dengan sejumlah elemen masyarakat di Bangka Belitung (Babel), Rabu (29/5) kemarin, rencananya hari ini, Kamis (30/5) Lemhanas RI kembali menggelar pertemuan serupa. Namun pertemuan kali ini, Lemhanas telah menentukan beberapa orang yang akan bertindak sebagai narasumber. Sebagaimana diketahui, kedatangan rombongan Lemhanas ke Bangka Belitung guna mengumpulkan data mengenai pelaksanaan demokrasi, tata kelola pemerintahan dan kepemimpinan di daerah. Aspirasi dan masukan yang dihasilkan akan diformulasikan dan dilaporkan kepada presiden. Sehingga pengambil keputusan di pusat dapat membuat kebijakan sesuai dengan kehendak masyarakat. Saat pertemuan yang digelar kemarin, Laksda TNI Ir Leonardi Tenaga Ahli Lemhanas RI menjelaskan, aspirasi yang didapatkan di Bangka Belitung akan menjadi bahan pembelajaran dalam pelaksanaan demokrasi di NKRI. Tak hanya itu, sebab pertemuan ini juga terdapat pengumpulan data mengenai tata kelola pemerintahan dan kepemimpinan di Bangka Belitung. "Melalui diskusi ini, kami ingin mendapatkan gambaran semua itu," ungkapnya di Auditorium lantai 3, Kantor Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (29/5/2013). Persoalan yang ada di Bangka Belitung terkait, pelaksanaan demokrasi akan dikaji. Ia menambahkan, sehingga semua itu bermanfaat untuk mengantisipasi persoalan yang mungkin akan terjadi pada pelaksanaan pemilu 2014 dan selanjutnya. Menyinggung mengenai pelaksanaan pembangunan, Leonardi mengatakan, untuk melakukan pembangunan tentunya harus ada sinergi dengan sumber daya di daerah. Baik itu sumber daya manusia maupun sumber daya alam. Adapun salah satu indikator suksesnya pembangunan dapat terlihat dari kemampuan pemimpin menyerap aspirasi masyarakat secara berkesinambungan. Pemerintah daerah harus terus berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Faktor kunci implementasi tersebut, dengan adanya pemimpin yang mampu mengemban tugas serta mempunyai kepekaan terhadap kebutuhan masyarakat. Selain itu, pemimpin harus mampu menjadi teladan bagi masyarakat. "Pemimpin dalam hal ini bukan hanya gubernur, wakil gubernur, bupati atau walikota. Namun masih banyak pemimpin daerah lain yang juga dapat menjalankan perannya masing-masing. Sikap tegas pemimpin, terutama dalam persoalan hukum sangat dibutuhkan. Sebab ini akan mendorong investasi masuk ke suatu daerah," jelasnya. Diskusi bersama berbagai elemen di daerah sangat penting bagi Lemhanas. Dikatakan Leonardi, ini merupakan salah satu cara pengumpulan data. Selanjutnya data yang ada dirumuskan dan dilaporkan ke presiden sebagai bahan pertimbangan untuk membuat suatu kebijakan. "Formulasi hasil pertemuan ini penting bagi pejabat pengambil keputusan yang ada di tingkat nasional," ungkapnya.(hzr)

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Huzari
Fotografer: 
Huzari
Editor: 
Huzari