Leni : Daerah Harus Punya Ciri Khas Produk Unggulan

Pangkalpinang – Setiap daerah diharapkan dapat menonjolkan ciri khas produk unggulan kerajinan yang unik, eksklusif dan bernilai tinggi. Dengan sinergisitas program bersama Kabupaten/Kota pengembangan industri kerajinan dapat ditingkatkan.

Hal tersebut disampaikan oleh Leni Rustam Effendi saat Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Kerajinan Daerah (Dekranasda) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung  sekaligus pelantikan dan pengukuhan pengurus Dekranasda periode 2013 – 2018 di Gedung PKK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kamis (07/11/13).

“setiap daerah harus memiliki ciri khas produk yang menjadi ciri khas kerajinan unggulan daerah tersebut”, ungkap Leni.

Menurut Leni Dekranasda  di Kabupaten/Kota dapat berperan aktif untuk mendorong industri kerajinan agar dapat menghasilkan produk yang bernilai tinggi. Sinergisitas program juga sangat dibutuhkan agar pengembangan industri kerajinan bisa ditingkatkan.

Selain itu Leni mengatakan bahwa Dekranasda merupakan organisasi nirlaba dengan tujuan untuk mengembangkan industri kreatif kerajinan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat.

Kerajinan bukanlah komoditas yang diproduksi dalam skala masal dan dapat dijual dalam jumlah yang besar dan singkat. Karena kerajinan termasuk kategori kebutuhan tersier tidak seperti kebutuhan primer dan sekunder yang biasa dikonsusmsi oleh masyarakat setiap saat, jelas Leni.

Leni menyadari peran pemerintah selaku mitra dari perajin industri  sangat bagus untuk pertumbuhan dan perkembangan industri kerajinan. Karena dengan bermitra dengan pemerintah perajin mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan daya saing dan nilai tambah produk melalui pameran baik berskala lokal maupun nasional, ungkapnya.

Kepada pengurus Dekranasda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung periode 2013 – 2018 yang baru dilantik dan dikukuhkan, Leni berharap pengurus yang baru dapat memaksimalkan peran dan fungsi sesuai dengan bidangnya masing-masing agar industri kreatif kerajinan dapat terus tumbuh dan berkembang sebagai solusi pemberdayaan ekonomi masyarakat pasca pertambangan. (fa/sc)

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Fajrina | Suci Lestari
Fotografer: 
Suci Lestari
Editor: 
Fajrina