Libatkan Kaum Disabilitas Membangun Babel

Pangkalpinang – Najamudin Asisten Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Bidang Administrasi Umum mengimbau agar penyandang disabilitas dilibatkan dalam pengambilan kebijakan dan pelaksanaan proses pembangunan. Untuk itu, sejak tahun 2010 telah ada Perda Pelayanan Terhadap Disabilitas baik di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota.

“Butuh partisipasi aktif penyandang disabilitas dalam setiap pengambilan kebijakan dan pelaksanaan proses pembangunan,” ungkapnya saat peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) di Kantor Dinas Kesejahteraan Sosial Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Selasa (23/12/2014).

Berbagai upaya dilakukan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam pencapaian keberhasilan pembangunan. Lebih jauh ia mengatakan, hal ini tidak akan terlaksana tanpa peran aktif seluruh pemangku kepentingan, termasuk penyandang disabilitas.

Selain itu, ungkapnya, wujud komitmen pemerintah provinsi terhadap pelayanan kepada penyandang disabilitas telah dituangkan dalam Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2010 dan ditindaklanjuti peraturan daerah di tingkat kabupaten/kota se Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Terkait program kerja Tim Koordinasi dan Pengendalian Peningkatan Kesejahteraan Sosial Bagi Penyandang Disabilitas di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Najamudin menyarankan agar dalam suatu aksi Rencana Aksi Daerah (RAD) memuat dan mengoptimalkan program-program kerja yang berpihak kepada peningkatan kualitas saudara-saudara penyandang disabilitas.

Peran stakeholders, dunia usaha, tokoh masyarakat, lembaga kesejahteraan sosial, para pelaku kesejahteraan sosial, dan seluruh penyandang disabilitas akan bersatu padu untuk bersama-sama merancang dan bekerja melaksanakan rencana aksi daerah. Adapun tujuannya untuk mewujudkan kesejahteraan sosial penyandang disabilitas diberbagai sektor.

Sementara Roni A Rahman, Kepala Dinas Kesejahteraan Sosial Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memaparkan, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terus mendorong melakukan pemberdayaan penyandang disabilitas. Upaya yang dilakukan yakni dengan cara mengikutsertakan pelatihan, kursus di beberapa wilayah seperti Bogor dan Bekasi.

Penyandang disabilitas berat juga terus diberikan bantuan secara rutin, baik bersumber dari APBD maupun APBN. Keterlibatan perusahaan-perusahaan seperti PT Timah, Pertamina, Bank Sumsel dan Bank Mandiri juga sangat membantu tugas pemerintah.

“Kami juga bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan untuk menerima bekerja penyandang disabilitas, tentunya melalui pantauan dan monitoring, seperti di Bangka Pos Group,” katanya.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Fajrina | Suci Lestari
Fotografer: 
Suci Lestari | Fajrina
Editor: 
Huzari