Lima Unit Peralatan TTG Diperlombakan

Koba – Sebanyak lima unit peralatan Teknologi Tepat Guna (TTG) diperlombakan. Sejumlah peralatan tersebut di antaranya, power bank PK 5, alat pemotong hewan kurban dan medis hewan, alat penetas telur, alat pengering lada dan alat pengering kemplang. Diharapkan masyarakat dapat memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan mutu dan kuantitas produksi di berbagai bidang usaha.

Peralatan power bank PK 5 buatan Alung, perangkai Posyantek Koba dapat digunakan untuk menampung kelebihan daya genset. Selanjutnya alat ini dapat dimanfaatkan nelayan menjalankan aktivitas. Sedangkan peralatan pemotong hewan kurban dan medis hewan karya Jumadi posyantek Simpangkatis, dapat mempermudah melakukan pemotongan hewan kurban dan sebagai tempat menyuntik hewan.

Alat penetas telur buatan Maryono posyantek Lubuk Besar untuk membantu menetaskan telur. Selain itu ada juga alat pengering lada karya SMK 1 Sungai Selan dan alat pengering kemplang buatan Mudermin Posyantek Koba. 

Tri Hartono Kasubbid Pengembangan TTG Desa/kelurahan mengatakan, aspek penilaian lomba TTG mencakup temuan baru, peningkatan mutu dan kapasitas, keaslian inovasi baru, bahan baku temuan baru, nilai investasi dan manajemen. Selain itu ada penilaian prospek penerapan di pedesaan dan prospek penilaian HAKI.

“Tujuan lomba TTG tingkat Kabupaten Bangka Tengah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tahun 2016, untuk memperkenalkan berbagai jenis TTG dan produksinya secara visual kepada masyarakat,” jelasnya di Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Kabupaten Bangka Tengah, Senin (9/5/2016).

Masyarakat diharapkan dapat memperoleh informasi untuk menetapkan pilihan dan menambah pengetahuan tentang kemajuan teknologi. Ia menambahkan, sehingga bermanfaat bagi peningkatan mutu dan kuantitas produksi di berbagai sektor usaha. Sebab penerapan, pemanfaatan dan pengembangan teknologi secara tepat guna dapat memberikan nilai tambah pada kegiatan ekonomi masyarakat.

“Ada peningkatan nilai tambah produk melalui pemanfaatan teknologi merupakan salah satu strategi mentransformasikan keunggulan persaingan pasar yang ketat dalam era globalisasi,” ungkapnya.

Kegiatan yang dimotori Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini bekerja sama dengan pemerintah daerah kabupaten. Selain itu, pelaksanaan kegiatan ini juga melibatkan perguruan tinggi, pihak swasta dan masyarakat.

Adapun tim juri penilai lomba TTG terdiri dari Politeknik Manufaktur Babel, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi serta BPMPD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

“Alat TTG harus mempunyai kelebihan dan mempunyai profil untuk mengetahui kegunaan alat. Sehingga ke depan dapat dikembangkan dalam bentuk yang lebih kreatif,” kata Zulpan juri dari Politeknik Manufaktur Babel.

Sumber: 
BPMPD
Penulis: 
Ratna Kusuma Dewi
Fotografer: 
Ratna Kusuma Dewi
Editor: 
Huzari | Adi Tri Saputra