Makanan Pengaruhi Inflasi di Pangkalpinang

Pangkalpinang – Terhitung Maret 2013, angka inflasi di Kota Pangkalpinang mencapai 1,70 persen. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencatat, salah satu penyebab inflasi tersebut dikarenakan adanya kenaikan indeks kelompok bahan makanan sebesar 6,72 persen.

Demikian disampaikan Teguh Pramono Kepala BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung saat jumpa pers di kantornya, Senin (1/4/2013).  “Inflasi disebabkan adanya kenaikan indeks pada kelompok Bahan makanan sebesar 6,72 persen dan kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,15 persen,” tegasnya.

Lebih jauh ia mengatakan, kenaikan juga terjadi pada kelompok kesehatan sebesar 0,02 persen dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,04 persen. Sementara pada kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan mengalami deflasi sebesar 3,37 persen.

Komoditi yang memberikan andil inflasi antara lain, kenaikan bawang merah sebesar 0,79. Teguh menambahkan, harga bawang putih juga mempunyai andil sebesar 0,19 persen, ikan kerisi sebesar 0,18, ikan selar sebesar 0,16 persen, dan ikan kembung sebesar 0,11 persen.

Sementara untuk tarif angkutan udara mengalami penurunan indeks atau deflasi sebesar 0,38 persen. Selain itu, kelompok pengeluaran lainnya yang juga mengalami penurunan indeks yaitu kelompok sadang sebesar 0,86 persen, dan kelompok perumahan air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,01 persen.

Berdasarkan tahun kalender Januari hingga Maret 2013, jelas Teguh, laju inflasi Kota Pangkalpinang sebesar 4,20 persen, dan laju inflasi year on year  –Maret 2013 terhadap Maret 2012–  sebesar 8,80 persen. Angka ini lebih tinggi dibandingkan Kota Palembang yang hanya sebesar 5,23 persen dan Jakarta sebesar 5,70 persen.

Kota Pangkalpinang mengalami kenaikan inflasi menjadi 1,70 persen, sementara pada bulan Februari 2013, inflasi hanya sebesar 1,19 persen. “Hasil pemantauan harga yang dilakukan di pasar tradisional dan pasar swalayan, terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 155,52 pada bulan Februari 2013 menjadi 155,12 pada bulan Maret 2013,” ungkap Teguh.(an/hzr)

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Surianto