Mandi Cahaya di Bumi Sejuta Pelangi

MANGGAR – Meski upacara penutupan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IV Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (17/09/2014) tidak semeriah pembukaan karena sebagian besar atlet sudah banyak kembali ke daerah masing-masing. Akan tetapi ribuan warga Belitung Timur, Belitung dan kontingen dari tujuh kabupaten/kota se Babel larut dalam acara penutupan yang bertabur warna-warni pelangi cahaya laser canon dari tiap sudut panggung hiburan di Stadion Utama Beltim Pelangi, tempat berlangsungnya upacara penutupan malam itu.

Live lagu Sejuta Pelangi yang dibawakan band indie lokal menjadi perform pembuka upacara penutupan. Selanjutnya penampilan ratusan pelajar se Kabupaten Belitung Timur dalam tarian kolosal Bujang Sejuta Pelangi bersama iringan rampak beduk, mampu memukau ribuan pasang mata yang ada. Para penari melumuri tubuhnya dengan cat warna-warni body painting seperti pelangi, seakan mengingatkan kita pada polah anak-anak Belitong  pada film Laskar Pelangi dari novel karangan Andrea Herata.

Tak lama berselang, atraksi marching band Bina Sahbari (Satu Hati Bangun Negeri) Pemerintah Kabupaten Belitung Timur membawa defile kontingen setiap cabang olahraga (cabor) memasuki lapangan menggantikan penampilan Bujang Sejuta Pelangi. Langkah mantap dan lambaian topi dari setiap defile, seakan tak luntur menggelorakan semangat prestasi olahraga.

Usai penyerahan piala kepada para juara, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung diwakili Sekretaris Daerah Ir H Syahrudin MSi membunyikan sirine sebagai penanda telah ditutupnya Porprov IV Babel secara resmi.

Seiring dengan itu, bendera Porprov IV Babel, yang telah berkibar sejak Selasa (09/09/2014), mulai diturunkan. Dan api kaldron pun padam. Berganti live show sejumlah penyanyi ibukota diantaranya Regina Idol.

Upacara penutupan pun selesai menjelang tengah malam, diakhiri dengan ledakan dan taburan cahaya kembang api yang memenuhi langit Bumi Sejuta Pelangi Kabupaten Belitung Timur. (ism/reni)

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Ismail | Reni
Fotografer: 
Ismail
Editor: 
Ismail