Manfaatkan 30 Persen Waktu Berkomunikasi Bersama Anak

Pangkalpinang – Sekitar 70 persen dalam sehari aktivitas anak berada di rumah. Manfaatkan 30 persen waktu untuk berkomunikasi bersama anak. Peran orangtua sangat penting dalam memberikan pendidikan. Orangtua bisa mencurahkan perhatian untuk berkomunikasi, sehingga dapat mengetahui perkembangan dan keinginan anak. Tak hanya itu, kedekatan anak dengan orangtua juga dapat menjauhkan anak dari tindakan negatif.  Sebab anak lebih mudah dibina dan diarahkan orangtua.

Demikian dikatakan Rustam Effendi Gubernur Kepulauan Bangka Belitung saat ditemui Babelprov.go.id, Senin (2/5/2016). Ia menegaskan, jangan hanya mempercayakan anak kepada pengasuh. Sedangkan tugas pengajar atau guru hanya terbatas ketika anak berada di sarana pendidikan. Arus percepatan teknologi dan informasi dapat membuat orangtua lebih intens memberi perhatian dan berkomunikasi dengan anak-anaknya.

“Sekitar 30 persen dari 24 jam, orangtua harus memberikan masukan dan saran untuk anak. Terutama terkait persoalan agama, karena anak yang mempunyai dasar agama mampu menyaring informasi globalisasi,” tegasnya.

Pemerintah sangat intens memperhatikan dunia pendidikan anak. Kegiatan ini ditangani Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Gubernur mencontohkan, untuk memberikan bekal pendidikan agama dapat berkoordinasi dengan dapat Biro Kesra. Sebab menangani persoalan anak tidak bisa dipegang satu instansi saja, tetapi harus berkolaborasi antara instansi terkait. Dinas terkait bisa memberi pemahaman kepada orangtua agar bisa menularkan ilmu kepada anak-anaknya.

“Baru saja saya menyampaikan piagam prestasi kepada sejumlah sekolah. Saat ini, tingkat kejujuran dan nilai ujian nasional di Bangka Belitung cukup baik. Walaupun baru bisa berprestasi secara administrasi, namun ini sudah cukup membanggakan,” ungkap Gubernur.

Pernyataan senada disampaikan Soleh Kepala Dinas Pendidikan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Ia menjelaskan, keluarga mempunyai peran sangat penting dalam pendidikan anak. Karena anak-anak mendapatkan pendidikan utama dari keluarga. Sebuah keluarga terdapat peran membangun perilaku anak. Untuk itu, selaku orangtua harus bisa menempatkan diri sebagai guru dan sebagai teman bagi anak.

“Sehingga anak mendapat perhatian khusus, karena pendidikan adalah tanggung jawab besar. Terutama di keluarga. Anak-anak menirukan sesuatu dari keluarga, oleh sebab itu sebagai orangtua harus bisa memberikan yang terbaik untuk anak,” kata Soleh.

Pemerintah berupaya mengubah pola pikir orangtua yang kurang peduli terhadap pendidikan anaknya. Ia menambahkan, pendidikan menjadi tanggung jawab bersama, tanggung jawab orangtua, masyarakat dan pemerintah. Oleh sebab itu, peran dari keluarga sangat besar. Selaku orangtua harus bisa memberikan peranan khusus kepada anak-anak. Apalagi masalah pendidikan, orangtua harus sangat peduli.

“Jangan semuanya diserahkan kepada sekolah. Orangtua yang mempunyai pemikiran jika anak sudah diantar ke sekolah, semua menjadi urusan sekolah. Itu salah! Semua orangtua, khususnya di Bangka Belitung, mari kita lebih memperhatikan pendidikan anak. Keberhasilan anak adalah keberhasilan kita,” jelasnya.

Sebagai orangtua hendaknya mengetahui perkembangan anak dari hari ke hari. Ia mencontohkan, orangtua memperhatikan dan mengetahui waktu belajar anak. Jangan bosan-bosan untuk mengingatkan anak, karena mengembangkan budaya belajar adalah tanggung jawab orangtua. Selain itu orang tua harus dapat memberikan waktu khusus kepada anak-anak untuk berkomunikasi.

“Tanyakan apa yang sudah dipelajari hari ini? Apa yang didapat hari ini? Apakah ada pekerjaan rumah atau yang berkaitan dengan pendidikan di sekolah. Sehingga membuat anak-anak merasa diperhatikan, baik di sekolah maupun di rumah. Jika semua masyarakat peduli terhadap pendidikan, yakin pendidikan Bangka Belitung akan hebat ke depannya,” harapnya.

Orangtua wajib memberikan peran dalam keberhasilan anak. Ia menambahkan, orangtua berperan langsung. Langkah tersebut didukung pendidikan di Bangka Belitung yang sangat bagus. Salah satu indikator yaitu integritas ujian nasional terbaik setelah menyandang peringkat dua nasional. Artinya, kejujuran anak-anak di Bangka Belitung bagus.

“Kesiapan siswa menghadapi ujian nasional juga bagus. Kondisi prestasi saat ini perlu kita tingkatkan. Kita berharap dengan adanya integritas yang baik menjadi tolak ukur memacu percepatan pendidikan di Bangka Belitung,” ungkapnya.

Temani Anak Belajar

Strategi memberi perhatian lebih bagi pendidikan anak-anak dalam lingkungan keluarga tak hanya menjadi harapan pemerintah. Rini, wali murid SD 10 Pangkalpinang mengakui pentingnya menemani anak belajar di rumah. Selain ikut memberi bekal pendidikan kepada anak, juga bisa melihat perkembangan anak sehari-hari.

Agar proses pendidikan dapat dilakukan di rumah, ia mengharapkan agar buku yang dimiliki guru juga dimiliki siswa. Sehingga dengan menggunakan buku tersebut, orangtua murid dapat menjalankan peran memberi pendidikan di rumah. Sepulang anak ke rumah, tanggung jawab memberi pendidikan menjadi peran orangtua.

“Saya tidak menyerahkan pendidikan sepenuhnya kepada sekolah. Memang dari pagi sampai pulang sekolah, ada peran guru. Saya hanya fokus pada anak dan sekolahan saja. Sekolah anak saya sudah cukup baik. Anak bisa masuk dan mengikuti pelajaran yang disampaikan di sekolah,” jelasnya. 

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Nona Dian Pratiwi | Evani
Fotografer: 
Nona Dian Pratiwi
Editor: 
Huzari | Adi Tri Saputra