Masa Tanggap Darurat hingga 28 Juli

TANJUNGPANDAN - Tanggap Bencana yang terjadi di Pulau Belitung diambil alih Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, sebab diKabupaten Belitung dan Belitung Timur BPBD masih berada di bawah Satuan Polisi Pamong Praja (SatPol PP).

BNPB Pusat akan memberikan dukungan peralatan dan Sumber Daya Manusia (SDM) atas kebutuhan penanggulangan bencana Banjir di Belitung. Hari ini, BNPB Pusat pun telah melakukan monitoring lewat udara menggunakan Helikopter (18/07/2017).

Saat ini Belitung masuk dalam Masa Tanggap Darurat hingga 28 Juli mendatang, bukan tidak mungkin diperpanjang jika bencana masih berlanjut. Setelah masa ini selesai, akan masuk Masa Transisi Bencana, seperti evakuasi masyarakat, kesehatan, juga perbaikan infrastruktur yang rusak.

BNPB Pusat dan Tim bersepakat sementara waktu untuk terfokus pada Masa Tanggap Darurat. Hal ini juga telah dikoordinakan dengan pihak PLN dan PDAM.

Sedangkan terkait kondisi pertanian dan peternakan, BNPB Pusat akan melakukan Damage and Lost assessment. Prinsipnya akan dilakukan penilaian untuk dapat diberikan penggantian terhadap kerugian dan kerusakan yang akan diberikan Pemerintah tentunya dengan beberapa kriteria tertentu yang akan dibicarakan bersama. Agar masyarakat tidak berlama-lama tinggal dalam situasi darurat.

Kondisi banjir di Belitung Timur sebagian besar mulai surut, kecuali Kecamatan Gantung yang masih tergenang akibat luapan sungai Gantung.

“Mau tidak mau, masyarakat harus dievakuasi,” ungkap Kepala BNPB Pusat, Willem Rampangilei.

Menurut Willem, pihaknya telah mendirikan posko, membentuk satgas dengan pembagian tugas jelas dengan bersepakat dua hal, yaitu penyelamatan dan penanganan kondisi.

Penangan yang akan dilakukan dalam lima hari ini diantaranya mengantisipasi cuaca ekstrem dengan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), antisipasi masalah penyakit dan akan dilakukan penilaian kerusakan terutama untuk pemukiman masyarakat sesuai perintah presiden.

“Presiden memerintahkan, laksanakan pemulihan secepatnya terutama masyarakatnya,” ungkapnya.

Erzaldi, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung pada kesempatan yang sama menghimbau, dengan struktur organisasi tim yang telah dibentuk untuk tidak terlalu tergopoh-gopoh karena ingin segera membantu. Sebab, tidak bisa diperkirakan bencana akan terjadi berapa lama.

“Jadi tindakan harus betul-betul di manage dengan baik.” Ungkap Erzaldi.

Akan tetapi untuk daerah –daerah yang terisolasi, Erzaldi minta dibuatkan posko kesehatan dan dapur umum. Dan hal ini harus segera disiapkan, sebelum keluhan masyarakat semakin banyak,” harap Erzaldi.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
nonadp
Fotografer: 
nonadp