Masyarakat Dihimbau Hati-Hati Terhadap Penipuan Yang Mengatasnamakan Koperasi

Pangkalpinang - Kepala Dinas Koperasi dan UKM Prov Kep Babel Hj. Elfiyena mengungkapkan bahwa akhir-akhir ini kembali marak terjadi penipuan yang mengatasnamakan koperasi. Oknum tertentu ini menawarkan pinjaman dengan bunga rendah.

"Kemenkop UKM dan Dinas Koperasi dan UKM meminta masyarakat untuk tetap waspada, tidak mudah percaya dengan koperasi yang menawarkan pinjaman secara online," kata Hj Elfiyena saat ditemui di ruang kerjanya di Pangkalpinang, Senin (23/9/19).

Ia menjelaskan, bahwa sekarang ini banyak modus penipuan yang menawarkan pinjaman atas nama koperasi secara online. Biasanya penawaran ini dikirim melalui sms ke no handphone masyarakat.

Melihat kondisi seperti ini, Ia juga meminta tim satgas harus semakin aktif melakukan pengawasan dan mensosialisasikan agar masyarakat tidak jadi korban koperasi bodong. Screenshoot sms tersebut dan laporkan ke satgas pengawas investasi.

"Tim satgas dalam melakukan pengawasan koperasi yang ilegal agar masyarakat tidak menjadi korban penipuan pinjaman koperasi online," ujarnya.

Untuk mengantisipasi modus penipuan mengatasnamakan koperasi di wilayah Babel, Ia mengatakan pihaknya telah meneruskan surat edaran dari Kemenkop UKM dengan nomor 18/SE/Dep.6/VIII/2019 tertanggal 13 Agustus 2019 kepada dinas koperasi dan UKM di Kab/Kota. Hal ini dilakukan agar masyarakat di Babel tidak menjadi korban penipuan dengan modus seperti ini.

"Kami berharap masyarakat agar selalu mewaspadai dan tidak terjebak modus penipuan apapun yang mengatasnamakan koperasi tertentu. Selain itu masyarakat selalu melakukan klarifikasi dan konfirmasi secara langsung baik kepada koperasi atau pihak dinas apabila dijumpai surat, brosur, iklan, atau sejenisnya yang diragukan keabsahannya," katanya.

Ia juga menyarankan agar masyarakat tidak sungkan-sungkan untuk melapor atau bertanya kepihak dinas yang membidangi koperasi di Kab/Kota.

"Masyarakat juga disarankan untuk mengenal koperasi mulai dari badan hukum, pengurus, hingga kemudian jenis usaha koperasi," pungkasnya.

Sumber: 
Dinas KUKM
Penulis: 
Surianto
Fotografer: 
Surianto