Masyarakat Diminta Mendukung Realisasi Pengadaan Listrik

Koba – Masyarakat Kabupaten Bangka Tengah diminta mendukung realisasi pengadaan listrik, terutama pembangunan saluran udara tegangan tinggi (SUTT). Pasalnya ketersediaan pasokan listrik dinilai menjadi salah satu pendongkrak percepatan pembangunan. Kurangnya pasokan listrik membuat beberapa perusahaan swasta harus menyediakan listrik sendiri.  Dampak lainnya, calon investor menunda berinvestasi.

Sunardi Penjabat Bupati Bangka Tengah mengatakan, penyediaan sarana kelistrikan sudah menjadi kebutuhan dasar. Kebutuhan ini harus dipenuhi pemerintah untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Permintaan energi yang terus meningkat membuat semakin menipisnya cadangan minyak bumi. Untuk itu harus mencari sumber-sumber energi alternatif. Negara-negara maju membuat terobosan baru mencari, menggali dan menciptakan teknologi baru pengganti minyak bumi.

“Semakin menipisnya persediaan energi dan juga ketergantungan pada bahan bakar, membuat menipis ketersediaan energi listrik. Pemerintah menetapkan beberapa rekomendasi terkait kewajiban pelaku energi menggunakan energi terbarukan,” jelasnya saat Rapat Koordinasi Gubernur dengan Bupati dan Walikota se Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, di ruang pertemuan VIP Pemda Kabupaten Bangka Tengah, Kamis (29/10/2015).

Pemerintah mempunyai target penyediaan sumber energi terbarukan seperti biomassa nuklir, tenaga surya lebih dari lima persen. Ia menambahkan, seiring pertumbuhan infrastruktur yang tinggi di Kabupaten Bangka Tengah telah membawa implikasi peningkatan kebutuhan energi listrik. Ini dikarenakan semakin banyak pemukiman, perkantoran, perhotelan dan perdagangan. Dampaknya sering terjadi pemadaman listrik yang dapat menggangu sistem dan peralatan konsumen.

Lebih jauh ia menjelaskan, kurangnya pasokan listrik membuat beberapa perusahaan swasta harus menyediakan listrik sendiri.  Dampak lainnya, calon investor menunda berinvestasi. Hal ini menyebabkan pertumbuhan ekonomi menjadi terhambat. Sekarang pembangkit listrik di Bangka Belitung masih menggunakan bahan bakar minyak dan berusia di atas sepuluh tahun. Sejumlah pembangkit listrik itu sudah tidak optimal dan efesien dalam operasionalnya.

“Untuk itu ada upaya dari pihak PLN  membangun pembangkit listrik tenaga uap. Namun pembangkit listrik ini belum dapat beroperasi secara optimal. PLN juga membangun jaringan transmisi saluran udara tegangan tinggi,” kata Sunardi.

Pembangunan saluran udara tegangan tinggi agar terjadi interkoneksi seluruh pembangkit di Pulau Bangka. Menurutnya, pembangunan ini mengalami kendala. Terutama dalam pembebasan lahan untuk tower SUTT. Ini menjadi penghambat dalam mengatasi persoalan kelistrikan. Untuk itu, masyarakat diminta mendukung upaya realisasi penyediaan energi listrik.

“Sementara ini, jaringan distribusi PLN sudah hampir mencapai seluruh kawasan Bangka Tengah.  Namun masih terdapat tiga pulau belum terlayani PLN di antaranya Pulau Semujur, Pulau Nangka dan Pulau Busung Asam. Kini masyarakat Pulau Semujur menikmati penerangan listrik menggunakan pembangkit disel berkapasitas 25 kVA (25.000 watt). Kita mengajukan ke Kementerian ESDM agar ketiga pulau tersebut mendapat bantuan PLTS,” jelasnya. 

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Huzari
Fotografer: 
Rizky Fitrajaya