Masyarakat Harus Mampu Mengolah Informasi

Pangkalpinang – Keterbukaan informasi menjadi hal penting bagi masyarakat. Diharapkan dengan keterbukaan informasi, masyarakat dapat ikut berperan serta membangun daerah. Pola keterbukaan informasi ini merupakan pemicu sinergisitas antara pemerintah, masyarakat dan berbagai stakeholder.

Noviar Ishak Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengatakan, dengan adanya Undang-Undang No 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, diharapkan masyarakat dapat mengakses semua informasi yang diperlukan. Namun memang ada beberapa informasi yang dikecualikan untuk diketahui masyarakat secara umum.

“Masyarakat mempunyai peran cukup besar dalam pembangunan. Untuk itu pemerintah ingin memberdayakan masyarakat dalam bentuk KIM (Kelompok Informasi Masyarakat (KIM), sehingga informasi dapat dikelola dan diserap masyarakat secara baik,” jelasnya saat membuka kegiatan Sosialisasi KIM wilayah Kabupaten Bangka Tengah, di Sun Hotel, Senin (29/9/2014).

Saat menyampaikan materi, ia menjelaskan, perlu ada sinergi antara pemerintah, masyarakat dan pihak swasta (stakeholder). Dengan adanya sinergi ini, antara tiga pilar tersebut dapat saling menghormati dan bersedia saling berbagi. Karena bersinergi tidak mementingkan diri sendiri.

Pembangunan perkampungan pedesaan didorong melalui peningkatan akses informasi, pemasaran, permodalan, kesempatan kerja dan teknologi. Ia menjelaskan, selain itu melakukan pengembangan social capital dan human capital yang belum tergali potensinya. Sehingga kawasan pedesaan tidak semata-mata mengandalkan sumber daya alam.

KIM merupakan kelompok yang dibentuk dan untuk masyarakat secara mandiri. Menurutnya, aktivitas ini melakukan pengolahan informasi  dan pemberdayaan informasi dalam rangka memberi nilai tambah. KIM menerapkan konsep BCC (Behavioral Change Communication) yaitu konsep yang berusaha mewujudkan dan menumbuhkan motivasi dan perubahan perilaku.

“Namun informasi yang dikelola KIM bukan informasi bersifat gosip. Informasi yang ada dikumpulkan, diseleksi selanjutnya diinformasikan. Komunikasi yang dilakukan KIM merupakan komunikasi dua arah, sehingga terbentuk tali silaturrahim,” tegasnya.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Rizky | Huzari
Fotografer: 
Rizky
Editor: 
Huzari