MCAP Mengedukasi Warga Menggunakan Internet

Belitung – Penggunaan internet harus diawasi, karena banyak masyarakat belum paham dan mengerti menggunakan perangkat teknologi. Ini merupakan salah satu upaya mengedukasi masyarakat, khususnya anak-anak usia sekolah dan masyarakat yang belum familiar dengan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).

Demikian disampaikan Hanafi Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kepulauan Bangka Belitung saat memantau kegiatan Mobile Communication Access Point (MCAP), di Pantai Tanjung Pendam, Tanjung Pandan, Kebupaten Belitung, Sabtu malam (13/6/2015).

Direncanakan selama dua hari MCAP melayani masyarakat Belitung. "Saya harap kegiatan ini berkelanjutan. Masyarakat dapat memanfaatkan untuk meningkatkan komunikasi. Ini bisa lebih mendekatkan masyarakat dengan pemerintah," ujarnya.

MCAP dilengkapi delapan laptop, wifi serta layar LCD yang bisa digunakan untuk menonton film maupun karoke bersama. Semua fasilitas tersebut dapat digunakan masyarakat secara gratis. Tak hanya di Belitung, sebab MCAP juga melayani masyarakat di tujuh kabupaten/kota se Bangka Belitung.

Pasalnya sebelum berada di Belitung, MCAP sudah melayani masyarakat di Desa Simpang Katis, Kabupaten Bangka Tengah. Rencananya usai di Belitung, mobil internet ini bergerak melayani masyarakat di Kabupaten Belitung Timur selama pelaksanaan Festival Desa Teknologi, Informasi dan Komunikasi (DesTIKa).

Sebagaimana diketahui, DesTIKa berlangsung dari tanggal 15 hingga 16 Juni 2015 di Desa Lenggang, Kecamatan Gantung, Kabupaten Beltim. Sahring Penanggung Jawab Kegiatan MCAP Diskominfo Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menjelaskan, target sosialisasi internet sehat menggunakan MCAP tahun ini yaitu pelajar.

Kegiatan sudah berlangsung sejak tahun 2009. Ia mengharapkan kegiatan ini dapat memberikan sumbangsih bagi masyarakat, khususnya untuk mendukung masyarakat informasi. Pelajar yang belum memiliki kesempatan mengenal internet dapat menggunakan untuk mendapatkan informasi bersifat mendidik.

Keberadaan MCAP di Pantai Tanjung Pendam cukup menarik perhatian warga. Andri dan Hendri, siswi SD 38 Tanjung Pendam memanfaatkan fasilitas komputer dan akses internet tersebut. "Di sekolah kami belum ada lab komputer, jadi kalo mau main internet biasanya kami ke warnet," kata Andri, siswi kelas dua sekolah dasar tersebut.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Imelda Ginting
Fotografer: 
Imelda Ginting
Editor: 
Huzari