Mei, Pangkalpinang Deflasi 0,61 Persen

Pangkalpinang – Mei 2015, Kota Pangkalpinang mengalami deflasi 0,61 persen, sedangkan Indeks Harga Konsumen (IHK) berada diangka 118,06. Padahal bulan sebelumnya, mengalami inflasi sebesar 0,87 persen dengan IHK 118,79. Deflasi terjadi karena adanya penurunan harga ditunjukan turunnya indeks tiga kelompok pengeluaran yakni, kelompok bahan makanan, sandang serta kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan.

Demikian dikatakan Herum Fajarwati Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung saat jumpa pers, di ruang pertemuan Kantor BPS Babel, Senin (1/6/2015). Menurutnya, deflasi terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukan turunnya indeks kelompok bahan makanan sebesar 2,32 persen, sandang 0,03 persen serta kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan 0,84 persen.

“Sedangkan kelompok pengeluaran yang mengalami peningkatan indeks adalah kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,43 persen. Kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,07 persen dan kelompok kesehatan 0,05 persen. Sedangkan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga stabil,” tegasnya.

Komponen inti memberikan andil deflasi sebesar 0,26 persen dan komponen bergejolak deflasi 0,30 persen. Ia menambahkan, komponen yang harganya diatur pemerintah memberikan andil deflasi sebesar 0,05 persen. Komoditas yang mengalami peningkatan harga yaitu ayam hidup, daging ayam ras, bawang merah, rokok kretek filter, rokok putih, anggur, apel, udang basah, ikan tenggiri dan cabai merah.

Sementara komoditas mengalami penurunan harga yaitu angkutan udara, ikan selar, ikan kerisi, pisang, beras, jeruk, sawi hijau, ikan singkur, ikan dencis dan ikan hapau. Lebih jauh ia menjelaskan, IHK merupakan indikator ekonomi yang sering digunakan untuk mengukur tingkat konsumen, khususnya di daerah perkotaan. Perubahan IHK menunjukkan pergerakan harga, dari paket komoditas yang dikonsumsi rumah tangga.

Lain halnya yang terjadi di Kota Tanjungpandan, Kabupaten Belitung. Ia menekankan, di Tanjungpandan mengalami inflasi sebesar 0,85 persen dengan IHK sebesar 125,05. Inflasi Mei 2015 terjadi karena adanya peningkatan harga ditunjukan naiknya IHK kelompok bahan makanan 2,13 persen, makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau yaitu 0,52 persen. Kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar yaitu 0,55 persen.

“Kelompok sandang 0,38 persen dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,35 persen. Sedangkan kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan mengalami penurunan harga 0,22 persen. Untuk kelompok kesehatan cenderung stabil, tidak mengalami perubahan indeks,” ungkapnya.

Perbandingan inflasi tahunan tingkat inflasi tahun kalender Mei 2015 pada empat kota pantauan IHK, jelasnya, menunjukkan adanya beberapa perbedaan arah. Inflasi tahun kalender, Pangkalpinang mengalami deflasi sebesar 0,17 persen dan sejalan dengan dua kota lainnya. Tanjungpandan mengalami deflasi 1,40 persen dan Palembang deflasi 0,30 persen.

“DKI Jakarta mengalami inflasi 0,63 persen. Inflasi tahun ke tahun  (Mei 2015 terhadap Mei 2014), semuanya mengalami inflasi yakni Pangkalpinang 6,52 persen, Tanjungpandan 8,44 persen, Palembang 7,56 persen dan DKI Jakarta 7,66 persen,” paparnya.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Reni
Fotografer: 
Reni
Editor: 
Huzari