Melati Erzaldi Distribusikan 7500 Eksemplar Majalah Usia Dini untuk Tingkatkan Kreatifitas Anak dan Tenaga Pendidik

Muntok – Melati Erzaldi selaku Bunda PAUD provinsi kepulauan Babel, mendistribusikan Majalah Anak Usia Dini (MAUDI) sebanyak 7500 eksemplar untuk enam edisi. Dimana, pendistribusian majalah ini akan mencakup hingga tingkat kecamatan, kelurahan, dan desa.

Hadirnya majalah tersebut, dapat meningkatkan kreatifitas anak. Selain untuk anak usia dini, majalah tersebut juga bermanfaat bagi para pendidik dan para bunda PAUD.

“Majalah ini bukan hanya sebagai bahan bacaan, namun para ibu diharapkan dapat menjadi kontributor pengisi dari halaman demi halaman di majalah kami,” pesan Melati kepada para bunda PAUD di kabupaten Bangka Barat, Senin (23/12)

Pesan tersebut merupakan motivasi dari Melati, agar para bunda PAUD tidak hanya menjadi sekedar pembaca, namun juga dapat meningkatkan berbagai keahlian, salah satunya adalah dalam bidang tulis menulis.

Senada dengan Bunda PAUD kabupaten Bangka Barat, Evi Astura Markus, bahwa terdapat berbagai media untuk mendapatkan informasi, mulai dari media elektronik, hingga media cetak.

Untuk itu, Ia juga mengimbau kepada para pendidik dan para Ibu PAUD Bangka Barat agar membaca majalah MAUDI.

“Majalah ini jangan hanya disimpan saja. Ada banyak wawasan yang bisa kita dapat, dan juga meningkatkan kreatifitas bagi para pendidik,” ujar Evi turut mempromosikan MAUDI.

Untuk jumlah PAUD dan tenaga pendidik yang ada di Kabupaten Bangka Barat, disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga, Rukiman, bahwa hingga saat ini terdapat sebanyak 45 PAUD formal, dan 122 PAUD non formal.

Sedangkan jumlah pendidik yang mengasuh dan membina anak-anak masyarakat Bangka Barat sebanyak 184 pendidik formal, sedangkan yang non formal sebanyak 438 pendidik.

Ditanggapi oleh Melati, berdasarkan data yang sudah Ia lihat, bahwa perkembangan PAUD di kabupaten Bangka Barat cukup pesat.

“Program bunda PAUD yang lalu, ada program satu desa satu PAUD. Seiring berkembangnya zaman dan berkembangnya waktu, sekarang tidak hanya satu desa satu PAUD, bahkan satu dusun satu PAUD. Kadang- kadang satu desa dapat memiliki 3-4 PAUD,” terang Melati.

Pendidikan Anak Usia Dini, diingatkan oleh Melati, bahwa bukan sebagai tempat yang membuang-buang waktu dengan bermain bersama anak-anak usia dini, namun menjadi wadah penting untuk membentuk karakter.

“Pembentukan karakter dimulai sejak Usia 0-6 tahun, saya berharap bunda PAUD Bangka Barat bisa melihat kebawah, bagaimana kondisi serta perkembangan lembaga PAUD,” pesan Melati.

Untuk itu para lembaga PAUD dapat diperhatikan cara mendidik dan cara pengasuhannya yang berkonsep.

“Hal ini harus kita lakukan dan perhatikan dengan benar, jangan sampai anak-anak kita menjadi salah didik. Bukannya mendidik karakter, tapi malah jadi membunuh karakter anak,” tutup Melati.   

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Khalimo
Fotografer: 
Umar

Berita

23/02/2021 | Dinas Kominfo
103,124 kali dilihat
15/08/2019 | DP3ACSKB
46,647 kali dilihat
17/12/2018 | Dinas Kominfo
33,700 kali dilihat
13/07/2017 | Dinas Kominfo
16,849 kali dilihat
06/05/2015 | Dinas Kominfo
11,337 kali dilihat
26/10/2017 | Dinas Kominfo
9,975 kali dilihat
28/01/2020 | Dinas Kesehatan
9,670 kali dilihat