Memperingati Hari Statistik, BPS Gelar Workshop Wartawan

Pangkalpinang - Wartawan media cetak dan elektronik di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengikuti Workshop Wartawan yang diselengggarakan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, di Ruang Pertemuan Kantor BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Senin (21/09/2015).
 
Workshop sehari ini berkaitan dengan Peringatan Hari Statistik Nasional yang diperingati pada tanggal 26 September 2015. Workshop ini menghadirkan dua nara sumber, yaitu Ahmad Azhari, kabis Statistik sosial BPS dan Replianto Sekretaris PWI Babel. Melalui workshop ini diharapkan para wartawan memiliki pengetahuan tentang cara membaca data angka kemiskinan, angka ketenagakerjaan dan mencermati fenomena Inflasi di Provinsi Bangka Belitung.
 
Herum Fajarwati Kepala BPS Prov Bangka Belitung mengungkapkan bahwa pelaksanaan kegiatan workshop wartawan ini adalah untuk menyamakan persepsi mengenai membaca data yang dikeluarkan oleh BPS ke insan Pers. Herum juga meminta agar wartawan dapat cermat dalam membaca berita.
 
Selama ini BPS telah menjalankan perannya sesuai dengan amanat UU No 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, BPS rutin melakukan siaran pers untuk memberitakan tentang kondisi dan fenomena di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
 
"BPS dan pers mempunyai visi dan misi yang sama yaitu sama-sama untuk memberikan informasi, untuk itu perlu pemahaman yang sama antar data BPS dan Pers," tambahnya
 
Adapun data yang dirilis oleh BPS meliputi, data Kependudukan Ketenagakerjaan, Kedaulatan Pangan, Pendidikan, Kesehatan, Peretasan Kemiskinan, Ekonomi dan Keuangan, Energi dan Sumber Daya Alam.
 
Herum menjelaskan bahwa meski dalam dunia pers dikenal falsafah Bad News is Good News , yang mengandung makna bahwa pemberitaan negativ adalah berita yang baik dan lebih dikonsumsi publik, tapi pers dalam bekerja harus tetap mengedepankan fakta. Karena hal tersebut menyangkut tanggung jawab moral yang harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
 
Dalam hal data, Herum mengatakan bahwa data yang disajikan BPS merupakan ‘rapor’ (report) dari kinerja pemerintah dalam kurun waktu tertentu. Baik menyangkut pertumbuhan ekonomi, sosial dan indikator pembangunan lainnya.
 
"BPS menyajikan data dan angka sesuai realitas dilapangan,” ungkap Herum.
Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Evani
Fotografer: 
Nona Dian Pratiwi