Mendengar Keluhan Warga Transmigrasi, Gubernur Erzaldi Langsung Kasih Solusinya

JEBUS -- Tak perlu menunggu lama, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman langsung memberikan solusi bagi warga transmigrasi yang kesulitan mendapatkan air bersih. Pasalnya air merupakan kebutuhan penting sehari-hari, sehingga harus segera diselesaikan.

"Nanti kita buatkan sumur bor dalam, sehingga bisa mengatasi kesulitan air bersih," kata Gubernur Erzaldi saat berdialog dengan warga transmigrasi Desa Jebus, Selasa (19/2/2019). 

Mengenai keluhan warga untuk mengalihkan fungsi lahan dari perkebunan untuk usaha tambak, Gubernur Erzaldi mengatakan, terlebih dahulu akan mencari informasi terkait status lahan. Karena kemungkinan lahan masih milik Kementerian Transmigrasi.

Menanggapi adanya keinginan masyarakat yang minta bantuan perbaikan rumah dikarenakan sempat diterpa angin, Gubernur Erzaldi langsung meminta KTP warga tersebut. Mengenai bantuan perbaikan rumah dikoordinasikan dengan instansi terkait.

"Sedangkan untuk kebutuhan tempat pengajian Al-Quran, seperti tempat duduk siswa dan buku akan dipenuhi," kata Gubernur Erzaldi.

Sebelumnya, Sardi warga transmigrasi mengharapkan, agar ada perbaikan rumah karena banyak yang sudah bocor dan rusak. Selain itu, di kawasan ini masih terkendala air bersih untuk masak dan minum. Sebab sekarang ini masih membeli air bersih galon, karena air permukaan tanah asam. 

Hal senada dikatakan Tengteng salah satu warga kawasan transmigrasi Jebus, Kabupaten Bangka Barat. Ia berharap agar pemerintah memperbaiki bendungan di sekitar lokasi. Bendungan yang ada belum bisa maksimal membendung air laut yang masuk ke kawanan perkebunan.

Akibatnya, karapkali wilayah kebun terendam air. Transmigran asal Kediri ini menambahkan, tidak sedikit warga yang beralih mata pencaharian menjadi tukang serabutan. Namun jika bendungan sudah diperluas, maka warga akan kembali berkebun.

"Ada sekitar 68 warga di kawasan trans ini. Namun yang tinggal menetap hanya sekitar 48 saja. Kita ini sering kewalahan menggarap kebun, karena air laut masuk ke wilayah kebun," kata Tengteng.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Huzari
Fotografer: 
Khalimo
Editor: 
Padli