Mengenal Lebih Dekat Produk IPTEK Batan

BOGOR - Dalam rangka diseminasi pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) yang dikembangkan melalui iptek nuklir, badan teknologi nuklir nasional (BATAN) selaku lembaga pemerintah yang memiliki tugas pokok dalam riset dan pengembangan energi nuklir, menggelar seminar yang diikuti wartawan dari media nasional maupun media lokal/daerah guna mengenal dan melihat bagaimana  dan hasil apa saja yang telah diciptakan oleh BATAN melalui pemanfaatan IPTEK nuklirnya.

Kombinasi persilangan dan radiasi, teknik iradiasi terhadap varietas padi dan teknis rekayasa tanaman dalam menghasilkan varietas baru bersifat unggul merupakan bentuk pendayagunaan teknologi nuklir yang diterapkan dalam penggarapan diversifikasi pangan, demikian diungkapkan Dr. Anhar Antariksawan selaku deputi kepala pendayagunaan hasil litbang dan pemasyarakatan IPTEK nuklir pada materi seminarnya  Jum’at 11/09 yang menerangkan terkait hilirisasi pendayagunaan IPTEK nuklir.

Tidak saja pada sektor pangan, beliau juga menjelaskan bagaimana pemanfaatan IPTEK nuklir di sektor non energi lainnya khususnya di bidang kesehatan seperti halnya pada alat kesehatan  seperti radioterapi dan radiodiagnosti,  Lebih jauh Anhar juga menjelaskan bahwa penggunaan aplikasi iptek nuklir yang dikembangkan oleh BATAN juga digunakan pada sejumlah industri maupun untuk di bidang lingkungan seperti pemakaian radioisotop untuk hidrologi guna memungkinkan eksplorasi air tanah di daerah yang kekeringan air, ungkapnya.

Selain penjelasan mengenai penggunaan aplikasi teknologi nuklir, dalam penjabaran materi malam itu,  Anhar juga menjelaskan mengenai  jaminan keselamatan terhindar akan bahaya kontaminasi zat radiaktif pada produk hasil dari pendayagunaan teknologi nuklir serta jaminan keselamatan bagi pengguna saat menggunakan teknologi tersebut.

Selain pengenalan nilai tambah yang dihasilkan atas pendayagunaan IPTEK nuklir  di sektor non energi, BATAN melalui studi kelayakannya kini juga  mencoba mengembangkan pendayagunaan IPTEK nuklir untuk keperluan di bidang energi. Adapun  materi seminar terkait pendayagunaan IPTEK nuklir di bidang energi disampaikan oleh Dr Taswanda selaku deputi teknologi energi nuklir BATAN.

Dalam penjelasan teoritisnya Dr Taswanda mengungkapkan kondisi kebutuhan energi yang terus meningkat sebagai konsekuensi dari pertumbuhan penduduk yang tidak sebanding dengan tingkat ketersediaan cadangan sumber energi merupakan satu diantara faktor lainnya yang melatarbelakangi  BATAN saat ini mencoba melakukan riset dan kajian tentang energi alternativ PLTN. 

Sementara itu terkait dengan wacana pengembangan energi PLTN, kepala BATAN Djarot S Wisnubroto dalam sambutan diawal acara mengungkapkan terkait program kedepan BATAN saat ini adalah adanya rencana pembangunan prototipe PLTN di serpong, ungkapnya.  “Bahkan kita juga sudah memasukan beberapa program ke dalam draf  RPJMN teknokratik versi Bappenas disitu  tertulis ada dibangun prototipe PLTN yang kita harapkan bisa didirikan di serpong, itu sebagai jalan yang mana kita menghadapi kebuntuan pengembangan PLTN komersial kita tawarkan bagaimana kalau kita bangun prototipe PLTN. ( sm/tim mc)

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Stevani
Fotografer: 
Stevani
Editor: 
Stevani