Menulis Siaran Pers Tak Perlu Bertele-tele

Pangkalpinang – Menulis siaran pers (pers rilis) tidak perlu panjang dan bertele tele. Cukup 20 kata dalam satu paragraf. Walaupun telah menuliskan siaran pers, namun pemerintah tidak bisa mengintervensi media. Pasalnya media memiliki angel sendiri mengemas berita agar dibaca khalayak.

Demikian dikatakan Albana Wakil Pimpinan Redaksi Koran Babel, saat Workshop SDM Pranata Humas dan Humas Pemerintah, di Hotel Mutiara, Kamis (4/6/2015). Ia menyarankan agar peserta workshop mampu melihat sisi penting dan menarik ketika membuat siaran pers.

“Humas pemerintah rajin mengirim siaran pers ke media cetak, namun siaran pers ini dianggap kurang menarik. Karena pranata humas lebih sering membuat siaran pers mengenai seremonial acara,” tegasnya.

Siaran pers harus mempunyai nilai berita, sehingga masyarakat pembaca mendapatkan manfaat. Lebih jauh ia menjelaskan, selain menggunakan media massa, pranata humas dapat membangun citra pemerintah menggunakan website pemerintah. Namun hingga saat ini masih banyak website pemerintah hanya mengutip konten berita dari website ‘tetangga’.

“Peran humas harus dimainkan dengan mengisi sendiri berita ke dalam website instansinya,” saran Albana.

Saat sesi tanya jawab, Mutiah Pramas Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengungkapkan pengalaman selama membuat siaran pers. Pengalamannya, berita yang diterbitkan media massa tidak sesuai dengan keinginan.

Menjawab pertanyaan ini, Albana menyarankan agar siaran pers dibuat sebelum hari pelaksanaan kegiatan. Sehingga media yang dikirimkan siaran pers telah memiliki pedoman membuat berita. Sebab saat pelaksanaan kegiatan, biasanya wartawan media massa hadir dan mencari sudut pandang berbeda mengangkat berita.

Stevani Pranata Humas Diskominfo Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menanyakan tips membuat siaran pers sebelum acara berlangsung. Menjawab pertanyaan ini, Albana mengilustrasikan berita kenaikan gaji PNS. Gaji belum naik, namun pemberitaan sudah ada di media massa. Sumber data bisa dari SK Menteri Keuangan.

“Terdapat kesamaan antara media massa dengan pemerintah, sama-sama melayani masyarakat,” ungkapnya.

Saat menutup kegiatan workshop, Noviar Ishak Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengharapkan peserta dapat mengaplikasikan pengetahuan yang diterima selama mengikuti kegiatan. Sehingga dapat menunjang pelaksanaan aktivitas kehumasan. Terus tingkatkan kemampuan menulis dan manfaatkan media yang telah dimiliki.

"Pranata humuas harus bekerja sesuai dengan bidang. Karena ini merupakan karir kalian sebagai aparatur pemerintah," tegasnya

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Evani
Fotografer: 
Chandra
Editor: 
Huzari