MoU Provinsi Babel dan PLN Menuju 100% Green Energy

Pangkalpinang – Kebutuhan akan listrik merupakan salah satu kebutuhan dasar, dimana untuk kedepannya,  Bangka Belitung akan menjadi provinsi yang akan mengadaptasi 100% green energy dengan menggunakan sampah sebagai salah satu sumber energi, seperti yang telah dilakukan di Provinsi Bali.

Hal ini disampaikan oleh Abdul Mukhlis General Manager PT PLN pada saat penandatanganan Memorandum of Understanding antara Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan PLN Wilayah Babel tentang pengembangan energi listrik, di Ruang Tanjung Pendam, Rabu (8/5).

“Kalau bisa kita lakukan di sini (Babel), kenapa tidak? Secara ide dan secara teknologi sudah bisa,” kata Abdul mengenai inovasi penggunaan sampah sebagai sumber energi.

Ia pun menjelaskan dengan singkat proses dari pemilihan sampah rumah tangga hingga dapat menjadi sumber energi .

“Kami kumpulkan sampah-sampah rumah tangga, kami pilah, kami keringkan, kemudian kami berikan bio aktivator. Setelah 10 hari kering, dicincang kecil-kecil, yang akan dimasukan ke semacam reaktor, dipanaskan, sehingga menghasilkan gas untuk membangkitkan tenaga listrik,” jelasnya.

Dengan membuat sampah menjadi sumber energi, hal ini dapat menjadi sebuah keuntungan, dimana permasalahan sampah dapat teratasi dan juga dari sampah dapat menjadi manfaat bagi masyarakat.

Meskipun Inovasi baru ini membutuhkan waktu yang tidak sebentar, namun Ia mengatakan PLN siap melaksanakan dan akan mulai dicoba pada tahun ini. Meskipun begitu, kewenangan ketersediaan sampah merupakan kewenangan pemerintah daerah.

Selain penggunaan sampah yang hanya bisa di cover untuk daerah-daerah kecil, namun untuk meng-cover kebutuhan energi listrik di  area yang lebih luas akan dilakukan pencampuran penggunaan seperti  Bio Mass, Bio Gas, Diesel yang dimodifikasi dengan CPO.

Untuk penyediaan CPO, Gubernur meminta kepada PLN agar tidak melakukan kerjasama dengan perusahaan besar.

“Kerjasama lah dengan koperasi, petani sawit. Kami sudah berencana membangun dua pengelolaan CPO sekalipun kapasitasnya kecil, sekitar 1,5 ton/jam. Tapi ini masih bisa ditingkatkan,” kata Gubernur.

Lebih jauh mengenai pengembangan PLTS,  Gubernur mengatakan untuk dapat segera dilakukan penelitian arus di Belinyu.

“Kita bisa kerjasama antara litbang provinsi dengan PLN,” tukas gubernur.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Khalimo
Fotografer: 
Khalimo
Editor: 
Fitra