MUI Babel Persiapkan Kongres Umat Islam Dalam Monev 2019

PANGKALPINANG - Majelis Ulama Indonesia, melaksanakan Monitoring dan Evaluasi Konsilidasi Majelis Ulama Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung beserta MUI Kabupaten/ Kota bersama MUI Pusat.
Monev MUI ini dilaksanakan di Gedung Mahligai Serumpun Sebalai, Rumah Dinas Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Kamis (15/08).
 
MUI Babel, mengadakan Monev tahun 2019 lebih cepat dari tahun-tahun sebelumnya. 
Hal ini disebabkan adanya beberapa agenda yang harus segera didiskusikan, selain bersilahturahim tentunya.
 
Selain agenda rutin, dibicarakan juga agenda Nasional yaitu Kongres Umat Islam Tahun 2020 mendatang dan Babel akan mengajukan kesiapannya sebagai tuan rumah Kongres ini, sehingga dianggap perlu diskusi dengan semua pengurus MUI se Kabupten/ Kota.
 
“Hajat besar ini harus dipersiapkan dan Pak Gubernur akan hadir langsung hari ini, untuk pernyataan resmi atas kesiapan Babel menjadi tuan rumah”, ungkap pimpinan dialog awal, Drs. Ahmad Luthfi selaku Sekretaris MUI Babel sebelum Gubernur Babel Erzaldi tiba diruang pertemuan.
 
“kita semua yang hadir disini untuk terlebih dahulu merumuskan rekomendasi sebagai bekal kesiapan untuk rapat di MUI Pusat dan akan disampaikan sebagai bahan pertimbangan pada saat Bapak Gubernur hadir”, tambahnya.
 
Pada kesempatan yang sama Nardi Pratomo, SE, selaku Direktur LPPOM MUI Babel menyampaikan beberapa point-point agenda yaitu 
1. Pembahasan tentang LPPOM MUI
2. Ekonomi syariah
3. Koperasi syariah
4. Tour 3 (tiga) Negara
5. Ganas Annar
6. Rencana Lembaga Wakaf
7. AHI Akbar
 
Lebih lanjut beberapa hal dijelaskan olehnya, bahwa LPPOM MUI telah menerbitkan lebih dari 1000 sertifikat halal ditahun ini dan menyusul sekitar 12.000 UMKM yang akan disiapkan sertifikasi halalnya.
“sertifikasi ini akan disiapkan sambil menunggu UU 33 dari Pusat”, jelasnya. 
 
Disinggung tentang ekonomi syariah, Babel akan terfocus dengan pendirian koperasi-koperasi Syariah. Pada dasarnya di Babel sudah banyak koperasi berbasis syariah, akan tetapi belum memiliki legalitas sebagai Koperasi Syariah.
“Koperasi Syariah di Babel telah sepakat dinamai Membangun Usaha Insani yang juga  disingkat MUI. Legalitasnya harus mendaftar ke Dinas Koperasi, notaris dan MUI Provinsi untuk meminta permohonan Dewan Pengawasan Syariah untuk diawasi”, jelasnya.
 
“Sebagai persiapan AHI Akbar, 14 September 2019 mendatang akan diadakan pertemuan bersama Kabupaten/ Kota”, tambahnya diakhir dialog awal.
Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Nona
Fotografer: 
Nona