Nakes Intervensi Hidup Sehat, Dinkes Gelar Pelatihan Komunikasi Perubahan Perilaku

PANGKALPINANG – Dalam rangka mendorong tenaga kesehatan (nakes) puskesmas melakukan upaya intervensi perilaku hidup sehat, Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar Pelatihan Komunikasi Perubahan Perilaku (KPP) di aula Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. (20/08/2019).

“Masalah kesehatan yang dialami oleh keluarga di satu wilayah administrasi akan menjadi masalah kesehatan masyarakat. Hal ini yang harus dipahami oleh petugas kesehatan puskesmas mengenai pentingnya upaya memberdayakan keluarga untuk hidup sehat sebagai langkah awal dalam mewujudkan Kecamatan Sehat,” ujar Mulyono.

Lebih lanjut, Mulyono menjelaskan bahwa memberdayakan keluarga bukanlah upaya yang mudah. “Tenaga promosi kesehatan di puskesmas yang sekaligus juga sebagai tim KPP harus mempunyai kompetensi melakukan intervensi perubahan perilaku, yaitu melalui pendekatan komunikasi perubahan perilaku dalam pemberdayaan ke keluarga sehat,” tambahnya.

“Hal ini terutama dalam mencapai sasaran dua belas indikator keluarga sehat yang wajib dilaksanakan puskesmas. Melalui penerapan komunikasi perubahan perilaku, keluarga dibantu oleh tenaga promosi kesehatan atau program kesehatan lainnya di puskesmas untuk mengenali masalah kesehatan dan cara mengatasinya,” jelas Mulyono.

Yang terpenting, tambah Mulyono, tenaga kesehatan harus dapat memotivasi keluarga tersebut agar mampu melakukan upaya pencegahan serta peningkatan status kesehatan keluarganya dengan mengoptimalkan potensi atau kemampuan yang dimiliki.

Sementara, Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan, Azwani menjelaskan bahwa KKP dalam pemberdayaan keluarga sehat sebaiknya menyesuaikan berdasarkan kondisi sosial budaya keluarga atau masyarakat setempat. “Misalnya, dalam berkomunikasi, gunakan bahasa ibu di daerah setempat sehingga masyarakat merasa membaur dengan nakes. Malah terkadang ada masyarakat yang merasa asing dengan bahasa Indonesia,” jelas Azwani.

Azwani menambahkan bahwa dalam memberikan konseling kepada masyarakat, nakes hendaknya menerapkan langkah-langkah SATU TUJU, yaitu Salam, Tanyakan, Uraikan, Jelaskan, dan Ulangi. “Konseling merupakan pemberian bantuan dari petugas kesehatan kepada sasarannya. Biasanya melalui pertemuan tatap muka dan menyampaikan informasi yang tidak memihak serta memberikan dukungan emosi,” jelasnya.
 
Dengan konseling, lanjut Azwani, nakes dapat menyadarkan sasaran untuk mengenali keadaan dirinya dan masalahnya. “Dengan demikian, sasaran dapat menetapkan keputusdan yang tepat bagi dirinya tanpa ada unsur paksaan dan bertindak sesuai dengan keputusannya,” pungkas Azwani.

Sumber: 
Dinkes
Penulis: 
Adinda Chandralela
Fotografer: 
Sayang Permatasari