Nilai Ekspor Babel Menurun US$79,5 Juta

Pangkalpinang - Nilai ekspor Bangka Belitung (Babel) terjadi penurunan hingga angka US$79,5 juta. Juli lalu, ekspor Bangka Belitung menembus angka US$175,84 juta. Sementara di bulan Agustus, angka ekspor hanya berada diangka US$96,34 juta.

Total ekspor tersebut terbagi menjadi, ekspor timah sebesar US$77,76 juta, dan ekspor non timah sebesar US$18,59 juta. Herum Fajarwati Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menjelaskan, ekspor komoditi timah berperan 84,85 persen dari total ekspor Bangka Belitung.

"Negara tujuan ekspor timah di posisi pertama sejak Januari hingga Agustus yakni Singapura. Nilai ekspor ke negara tersebut mencapai US$765,11 juta atau 75,71 persen dari total ekspor timah," jelasnya saat jumpa pers di Kantor BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (1/10/2014).

Lebih jauh ia menjelaskan, negara tujuan kedua untuk ekspor timah yaitu Belanda. Nilai ekspor ke negara itu mencapai US$92,95 juta atau sekitar 9,20 persen. Sedangkan Jepang merupakan negara ketiga tujuan ekspor timah Bangka Belitung. Adapun angka ekspor ke Jepang menembus angka US41,46 juta atau 4,10 persen.

Amerika Serikat juga menjadi negara tujuan ekspor timah Bangka Belitung. Ia mengatakan, terdapat sekitar US$35,93 juta hasil ekspor ke negara tersebut. Sedangkan negara terakhir yang menjadi tujuan ekspor timah yaitu India yang mencapai angka US$20,97 juta.

Selain komoditi timah, Bangka Belitung juga mengeskpor komoditi non timah. Menurut Herum, komoditi utama penyumbang ekspor non timah terhitung Januari hingga Agustus berdasarkan kode harmonized sistem dua digit yakni, golongan minyak atau lemak hewani dan nabati sebesar US$114,8 juta. Komoditi ini menyumbang 63,6 persen terhadap total ekspor non timah Bangka Belitung.

"Kemudian diikuti golongan teh, kopi dan rempah-rempah sebesar US$24,9 juta. Selanjutnya diikuti komoditi barang logam dasar US$16,8 juta, karet dan barang-barang dari karet US$10,5 juta," jelasnya.

Golongan barang berbagai produk kimia diekspor Bangka Belitung mencapai US$6 juta atau sekitar 3,3 persen. Ia menambahkan, nilai ekspor non timah selama Agustus ke Singapura mencapai US$13,1 juta. Adapun komoditi terbesar yang dieskpor ke negara tersebut yaitu crude palm oil dan lada putih.

Posisi kedua yakni Malaysia yag mencapai nilai US$1,6 juta. Komoditi terbanyak yang dieskpor ke negara ini merupakan berbagai produk kimia. Selanjutnya diikuti China dengan nilai ekspor US$1,2 juta. Barang yang diekspor ke China berupa karet dan barang-barang dari karet.

"Sementara nilai ekspor ke Vietnam menembus angka US$0,6 juta dengan komoditi ekspor berupa lada putih. Namun selama Agustus lalu tidak ada ekspor ke Banglades, Korea Selatan dan Pakistan," tegasnya.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Rizky | Huzari
Fotografer: 
Rizky
Editor: 
Huzari