Nilai Ekspor Bangka Belitung Membaik

Pangkalpinang – Nilai ekspor Provinsi Kepulauan Bangka Belitung membaik. Tercatat Agustus lalu, nilai ekspor berada di angka US$92,70 juta. Angka tersebut menunjukan perbaikan dan kenaikan sekitar 80,16 persen dari bulan sebelumnya. Pasalnya di bulan Juli, nilai ekspor Bangka Belitung hanya mampu menembus angka US$51,45 juta.

Darwis Sitorus Kepala BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengatakan, membaiknya nilai ekspor Bangka Belitung tersebut dikarenakan adanya pergerakan peningkatan ekspor timah. Sebab beberapa bulan sebelumnya, komoditi timah tidak memberikan kontribusi pada nilai ekspor. Namun kali ini nilai ekspor timah memberikan kontribusi 83,59 persen.

“Timah merupakan ekspor terbesar yaitu 83,59 persen dari total ekspor Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Tujuan utama ekspor untuk periode Januari hingga Agustus ke Negara Singapura yang mencapai US$277,43 juta atau 54,83 persen dari keseluruhan ekspor timah,” kata Darwis saat jumpa pers di Kantor BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Senin (3/10/2016).

Selain ke Singapura, jelasnya, negara tujuan kedua yaitu India dengan nilai total ekspor US$48,38 juta. Jika dihitung berdasarkan persentase, nilai ekspor ke negara tersebut berkisar diangka 9,56 persen. Negara Belanda menjadi negara ketiga terbesar yang menjadi tujuan ekspor timah. Sedikitnya terdapat US$47,04 juta atau 9,30 persen komoditas timah dikirim ke negara kincir angin tersebut.

Setelah Belanda, negara tujuan ekspor keempat yaitu Taiwan dengan nilai ekspor US$37,66 juta atau sekitar 7,44 persen. Sedangkan Negara Jepang memberikan kontribusi sebesar US$26,47 juta atau 5,23 persen terhadap nilai ekspor timah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Tak hanya komoditi timah, pasalnya kontribusi nilai ekspor juga disumbang dari komoditi nontimah.

Menurut Darwis, komoditi utama penyumbang ekspor nontimah terbesar Provinsi Kepulauan Bangka Belitung periode Januari hingga Agustus berdasarkan kode Harmonized System (HS) dua digit yaitu golongan minyak atau lemak hewani dan nabati. Kelompok ini menyumbang US$62,80 juta atau berperan meningkatkan nilai ekspor sekitar 63,24 persen terhadap total ekspor nontimah.

“Kemudian diikuti golongan kopi, teh dan rempah-rempah senilai US$24,08 juta atau sekitar 24,24 persen. Sementara golongan karet dan barang-barang dari karet berkontribusi US$3,95 juta atau 3,98 persen. Diikuti golongan ikan dan udang US$3,73 juta atau 3,76 persen dan yang terakhir golongan berbagai produk kimia US$2,71 juta,” paparnya.

Mengenai negara tujuan ekspor komoditi nontimah terbesar selama Agustus ke Negara Tiongkok dengan nilai US$6,31 juta. Ia mengatakan, komoditi terbesar yang dikirim ke negara tersebut berupa crude palm oil. Sementara menduduki posisi kedua yaitu Singapura. Total nilai ekspor mencapai US$5,93 juta dengan komoditi terbesar lada putih.

Berada di posisi ketiga Negara Jepang dengan nilai ekspor US$0,81 juta. Lebih jauh ia memaparkan, komoditas terbesar dikirim ke negara tersebut merupakan lada putih. Sementara Malaysia mengimpor komoditas ikan dan udang senilai US$0,24 juta. Sedangkan pada Agustus tidak ada ekspor ke Pakistan, Belanda dan Korea Selatan.

“Secara total ekspor nontimah ke tujuh negara tujuan utama periode Januari sampai Agustus mencapai US$91,63 juta. Jumlah tersebut turun sebesar 21,25 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai US$116,36 juta,” jelasnya. 

Sumber: 
Diskominfo Babel
Penulis: 
Rizky Fitrajaya/Huzari
Fotografer: 
Adi Tri Saputra
Editor: 
Huzari | Adi Tri Saputra