Nilai Tukar Petani Turun 0,10 Poin

Pangkalpinang – Nilai tukar petani (NTP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengalami penurunan sebanyak 0,10 poin. Tercatat per September 2016, NTP umum sebesar 100,58. Sedangkan pada bulan sebelumnya, NTP berada diangka 100,69. Penurunan tersebut dikarenakan indeks harga yang diterima petani (It) mengalami kenaikan 0,44 persen.

Darwis Sitorus Kepala BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menjelaskan, indeks harga yang diterima petani mengalami kenaikan 0,44 persen lebih kecil dari naiknya indeks harga yang dibayar petani (Ib) sebesar 0,55 persen. NTP masing-masing subsektor tercatat untuk subsektor tanaman pangan (NTP-P) sebesar 92,00.

Selain itu, paparnya, untuk subsektor hortikultura (NTP-H) sebesar 97,11, subsektor tanaman perkebunan rakyat (NTP-R) sebesar 103,98, subsektor peternakan (NTP-T) sebesar 92,41, subsektor perikanan (NTN-P) sebesar 105,97 dengan kelompok perikanan tangkap (NTN) sebesar 107,57. Sedangkan subsektor kelompok perikanan budidaya (NTPi) sebesar 95,23.

“Bulan lalu terjadi inflasi di daerah pedesaan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebesar 0,66 persen. Hal tersebut disebabkan naiknya seluruh indeks kelompok konsumsi rumah tangga yaitu kelompok bahan makanan dan kelompok makanan jadi,” kata Darwis saat jumpa pers di Kantor BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Senin (3/10/2016).

Tak hanya itu. Sebab kenaikan juga terjadi pada kelompok perumahan, kelompok sandang, kelompok kesehatan, kelompok pendidikan serta kelompok transportasi dan komunikasi. Sedangkan nilai tukar usaha rumah tangga pertanian (NTUP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada September lalu sebesar 108,82 atau naik 0,41 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya yang mencapai 108,38.

Lebih jauh ia menjelaskan, nilai tukar petani diperoleh dari perbandingan indeks harga yang diterima petani terhadap indeks harga dibayar petani merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan beli petani di pedesaan. NTP juga menunjukan daya tukar dari produk pertanian dengan barang dan jasa konsumsi maupun untuk biaya produksi.

Sedangkan nilai tukar usaha rumah tangga pertanian (NTUP) diperoleh dari perbandingan indeks harga diterima petani terhadap indeks harga dibayar petani. Komponen Ib hanya terdiri dari biaya produksi dan penambahan barang modal. Dikeluarkannya konsumsi dari komponen indeks harga yang dibayar petani, dapat mencerminkan kemampuan produksi petani.

“Nilai tukar petani antar provinsi Sumbagsel bulan lalu, untuk daerah Jambi sekitar 99,30, Bengkulu 93,12, Lampung berada diangka 103,34, Sumatera Selatan 94,11 dan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung 100,58,” jelasnya.

Sumber: 
Diskominfo Babel
Penulis: 
Rizky Fitrajaya/Huzari
Fotografer: 
Rizky Fitrajaya
Editor: 
Huzari | Adi Tri Saputra