Nilai Tukar Petani Turun 1,30 Persen

Pangkalpinang – Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tercatat sebesar 100,69. Angka tersebut menurun 1,30 persen dibandingkan bulan Juli yang mencapai 102,01. Penurunan NTP Agustus disebabkan turunnya indeks harga yang diterima petani sebesar 1,12 persen. Indeks harga yang diterima petani lebih besar dari indeks harga yang dibayar petanai yaitu sebesar 0,18 persen.

Agung Rachmadi Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menjelaskan, selain itu turun indeks harga hasil produksi pertanian lebih besar dibandingkan dengan naiknya indeks harga barang dan jasa yang dikonsumsi rumah tangga maupun untuk keperluan produksi pertanian. Kondisi tersebut juga disebabkan turunnya nilai subsektor tanaman pangan.

“Penurunan nilai subsektor tanaman pangan sebesar 0,74 persen dan subsektor tanaman perkebunan rakyat sebesar 1,88 persen. Penurunan sebesar 1,88 persen pada subsektor tanaman perkebunan rakyat menunjukan andil cukup besar terhadap penurunan NTP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada Agustus ini," tegasnya saat jumpa pers di Kantor BPS di Pangkalpinang, Kamis (1/9/2016).

Lebih jauh Agung menjelaskan, Agustus ini terjadi inflasi pada daerah pedesaan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebesar 0,20 persen. Inflasi di daerah perdesaan ini disebabkan naiknya beberapa indeks kelompok konsumsi rumah tangga. Kelompok bahan makanan, kelompok makan jadi, kelompok sandang, kelompok perumahan dan kelompok kesehatan di daerah pedesaan mengalami peningkatan.

Hal sama juga terjadi pada nilai tukar usaha rumah tangga pertanian (NTUP). Menurut Agung, NTUP di provinsi pada Agustus sebesar 108,38 atau turun sebesar 1,20 persen dibandingkan NTUP pada Juli yang mencapai 109,69. Ini disebabkan turunnya indeks harga yang diterima petani lebih besar dibandingkan naiknya indeks Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPBBM).

“Hampir seluruh subsektor juga mengalami penurunan, seperti NTUP subsektor tanaman pangan turun sebesar 0,72 persen dan subsektor tanaman perkebunan rakyat turun sebesar 1,73 persen," ujarnya.

Sumber: 
Diskominfo Babel
Penulis: 
Surianto
Fotografer: 
Adi Tri Saputra
Editor: 
Huzari | Adi Tri Saputra