November, Nilai Tukar Petani (NTP) Alami Penurunan

Pangkalpinang - Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi turun 0,75 persen dibandingkan NTP Oktober 2015, yaitu dari 104,73 menjadi 103,94. 
 
"Penurunan NTP November 2015 disebabkan oleh turunnya NTP subsektor tanaman perkebunan rakyat sebesar 1,69 persen dan NTP subsektor Perikanan Budidaya sebesar 0,25 persen," jelas Herum Fajarwati Kepala BPS Provinsi Kep Babel pada konferensi Pers hari ini, Selasa (01/12/2015).
 
Herum menjelaskan penurunan NTP pada bulan November 2015 disebabkan perubahan indeks harga hasil produksi pertanian lebih kecil dibandingkan dengan perubahan indeks harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh rumah tangga maupun untuk keperluan produksi pertanian.
 
Lebih jauh Herum menjelaskan bahwa indeks Harga yang diterima petani merupakan indikator yang menunjukan fluktuasi harga beragam komoditas pertanian yang dihasilkan petani. Terdapat lima subsektor komuditas hasil pertanian yang dicatat perkembangan harganya yakni Subsektor tanaman pangan, Subsektor Hortikultura, subsektor tanaman perkebunan rakyat, sub sektor peternakan dan sub sektor perikanan.
 
Menurut data perubahan indeks konsumsi rumah tangga mencerminkan angka inflasi atau deflasi di wilayah pedesaan dimana pada bulan November 2015, terjadi deflasi di daerah pedesaan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebesar 0,16 persen. 
 
"Besarnya angka deflasi disebabkan oleh turunnya indeks pada kelompok konsumsi rumah tangga yaitu kelompok bahan makanan sebesar 0,84 persen. Ikan baronang, tenggiri dan ekor kuning menjadi pemicu utamanya," tambah Herum.
Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Evani
Fotografer: 
Nona Dian Pratiwi