Noviar: Kualitas KIM Lebih Dibutuhkan

Sungailiat – Sepuluh anggota Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) berkualitas lebih baik, daripada banyak namun tidak berkualitas. Kegiatan ini sudah memasuki tahap kedua, sebab sebelumnya terlebih melakukan pembentukan. Melalui kelompok ini, masyarakat dapat saling mentransfer informasi sesuai bidang yang ditekuni. Namun informasi harus dikelola secara baik, sehingga tidak menimbulkan masalah dikemudian hari.

Demikian dikatakan Noviar Ishak Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kepulauan Bangka saat membuka Kegiatan Pemberdayaan KIM di Hotel ST12, Kabupaten Bangka, Kamis 17 Maret 2016. Ia menambahkan, pemerintah mempunyai tanggung jawab memberi pembekalan agar masyarakat dapat memanfaatkan dan mengelola informasi. Selain itu, pemerintah juga akan membuka kran informasi seluas-luasnya bagi kepentingan masyarakat.

“Pemerintah memberikan dan menyiapkan informasi yang dibutuhkan masyarakat. Namun ada informasi yang dikecualikan. Semua itu telah diatur dalam Undang-Undang No 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Infortmasi Publik. Informasi diperlukan, siapa yang menguasai informasi ia dapat menguasai dunia,” jelasnya.

Informasi dan komunikasi tidak perlu tatap muka. Ia menambahkan, sebab bisa saja orang duduk satu meja namun tidak berkomunikasi. Apalagi sedang memegang handphone, besar kemungkinan komunikasi dilakukan dengan orang yang tidak berada di meja tersebut. Upaya menjalin komunikasi informasi, Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kepulauan Bangka Belitung telah membuat akun facebook KIM. Media sosial ini dapat dimanfaatkan masyarakat bertukar informasi.

Kendati keterbukaan informasi dilindungi undang-undang, Noviar menyarankan agar masyarakat mengetahui etika dalam mengelola dan menyampaikan informasi di suatu media sosial. Salah satu cara mengindari masalah ketika mengelola dan menyebarluaskan informasi yaitu, belajar bagaimana menyajikan tulisan agar tidak terganjal hukum. Sebab saat meng-upload informasi yang tidak benar di media sosial dapat menimbulkan kegaduhan.

“Semua informasi dapat diketahui masyarakat. Ibu-ibu ingin mengetahui bagaimana membuat rusip, tinggal membuka google. Ketik rusip, lalu akan banyak informasi yang muncul terkait kata tersebut. Informasi jika dikelola dengan baik akan bermanfaat bagi masyarakat. Namun jika dikelola dengan tidak baik, dapat membuat masalah,” ungkapnya.

Sebelumnya Asmawi Alie Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bangka menegaskan, KIM sangat penting. Seiring kemajuan zaman, informasi menjadi sangat perlu. Tanpa informasi mungkin ‘tidak akan hidup’ dikarenakan otak tidak berkembang. Tugas KIM mengimpun data dan mengolah informasi yang bertujuan meningkatkan taraf hidup masyarakat sekitar.

“Masyarakat harus mendapatkan informasi yang tepat, cepat dan akurat. Misalnya, KIM di Kabupaten Bangka. Ketika masyarakat membutuhkan informasi bagaimana cara menanam lada menggunakan cara terbaru, informasi tersebut hendaknya dapat disajikan. Itu menjadi tugas kelompok informasi masyarakat,” paparnya.

Alangkah indahnya jika ada kelompok petani, nelayan bisa bersinergi dengan KIM dalam rangka mengelola informasi. Ia mengharapkan masyarakat di Kabupaten Bangka lebih maju sesuai tuntutan zaman. Sebab ke depan, batas informasi antara negara sudah tidak ada lagi, selain itu perdagangan telah dilakukan secara bebas. Apalagi memasuki masyarakat ekonomi asean (MEA), sudah banyak warga asing datang ke Indonesia.

“Indonesia menjadi incaran. Masyarakat negara Thailand merambah ke bidang pertanian, pertambangan hingga perikanan. Beberapa investor asing sudah masuk. Jika investornya orang asing, maka tenaga kerja yang diutamakan dari negara investor itu sendiri. Untuk itu perlu meningkatkan kemampuan dan keahlian menyongsong era tersebut,” tegasnya.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Rizky Fitrajaya
Fotografer: 
Adi Tri Saputra
Editor: 
Huzari | Adi Tri Saputra