NTP Babel Naik 0,54 Persen

Pangkalpinang- Terhitung dari bulan februari 2013  nilai tukar Petani  dari 100,03 hingga pada bulan maret 2013 menjadi 100,57,  nilai tukar Petani terus mengalami kenaikan indeks sebesar 0,54 persen, perhitungan kenaikan indeks berdasarkan hasil pemantauan harga-harga di pedesaan di wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada bulan maret 2013.

Teguh Pramono, Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengemukakan bahwa dari lima Provinsi di Sumatera Bagian Selatan yang melakukan perhitungan Nilai Tukar Petani (NTP) pada bulan Maret 2013, kenaikan NTP hanya terjadi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yaitu pada bulan februari 2013 100,03 pada bulan maret menjadi 100,57 mengalami kenaikan sebesar 0,54 persen.

 jika dibandingkan pada bulan februari penurunan terjadi di Provinsi Sumatera Selatan dari 110,32 menjadi 110,27 mengalami penurunan sebesar -0,04 persen, sedangkan di Provinsi Bengkulu pada bulan februari 100,41 sedangkan pada bulan maret 100,16 beraarti terjadi penurunan sebesar -0,25, sedangkan Provinsi jambi pada bulan februari 2013 NTP 90,77 pada bulan maret 90,50 terjadi penurunan NTP sebesar -0,29 persen, Penurunan NTP terbesar terjadi di Provinsi Lampung pada bulan februari 124,37 sedangkan bualn maret 123,64 terjadi penurunan sebesar -0,58 persen.

Teguh menambahkan bahwa, perubahan nilai tukar petani provinsi sebesar 0,54 persen, hal tersebut, menurutnya menggambarkan adanya kenaikan nilai tukar petani yang disebabkan perubahan indeks harga yang diterima petani lebih besar dibandingkan perubahan indeks harga yang dibayar petani.

“Indeks harga yang diterima petani merupakan indicator yang menunjukkan fluktuasi harga beragam komoditas pertanian yang dihasilkan petani, pada bulan maret 2013, secara umum indeks harga yang diterima petani (IT) mengalami kenaikan sebesar 0,88 persen dibandingkan dengan IT bulan februari 2013 yaitu dari 125,71 menjadi 126,83”.

Teguh menjelaskan kenaikan IT terjadi karena adanya kenaikan indeks diterima petani pada subsector komoditas hasil-hasil pertanian yang dicatat perkembangan harganya,  “lima komoditas tersebut yaitu subsector tanaman pangan, subsector Hortikultura, subsector tanaman perkebunan rakyat dan yang terakhir yaitu subsector perikanan”.

Sedangkan indeks harga yang dibayar Petani (IB) terhitung pada bulan maret 2013 mengalami kenaikan sebesar 0,34 persen, bila dibandingkan pada bulan februari 2013 yaitu dari 125,68 menjadi 126,71. Ditambahkan Teguh, dimana indeks kelompok konsumsi rumah tangga (KRT) juga mengalami kenaikan sebesar 0,44 persen dari 130,27 menjadi 130,85, sedangkan indeks kelompok biaya produksi dan penambahan barang modal (BPPBM) naik sebesar 0,01 persen dari 115,61 menjadi 115,62.

Melalui indeks harga yang dibayar petani (IB) menurut Teguh, dapat dilihat fluktuasi harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh masyarakat pedesaan, khususnya petani yang merupakan bagian terbesar dari masyarakat pedesaan serta fluktuasi harga barang dan jasa yang diperlukan untuk memproduksi hasil pertanian. (Ats)

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Ats