Oktober 2015, Pangkalpinang Juga Deflasi 0,21 persen

Pangkalpinang – Lagi, setelah Tanjung Pandan alami deflasi sebesar 1,95 persen, kali ini Pangkalpinang juga ikut alami deflasi sebesar 0,21 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 123,12 setelah sebelumnya pada September 2014 mengalami inflasi sebesar 0,58 persen dengan IHK 123,38.
 
Demikian dikatakan Herum Fajarwati Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung saat Konferensi Pers, di kantor BPS, Senin (02/11/2015)," hasil pantauan BPS di pasar tradisional maupun modern pada Oktober 2015 di kota Pangkalpinang terjadi deflasi sebesar 0,21 persen, atau terjadi penurunan IHK dari 123,38 pada September 2014 menjadi 123,12 pada Oktober 2015,” ungkapnya.
 
Deflasi terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh turunnya indeks di 2 kelompok pengeluaran dari bahan makanan sebesar 2,33 persen dan kelompok sandang sebesar 0,11 persen.
 
Menurut Herum kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi adalah kelompok makanan jadi, minuman, rokok, tembakau sebesar 0,79 persen. Sedangkan  kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar turut menyumbang 0,43 persen.
 
“Kelompok kesehatan memberikan andil sebesar 0,19 persen, kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga turut menyumbang sebesar 0,12 persen. Serta kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan menyumbang sebesar 0,93 persen," paparnya.
 
Lebih jauh Herum menjelaskan tingkat inflasi tahun kalender Oktober 2015 sebesar 4,11 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Oktober 2015 terhadap Oktober 2014 sebesar 7,96 persen.
 
“Pada Oktober 2015 memberikan andil deflasi sebesar 0,01 persen demikian pula komponen bergejolak sebesar 0,40 persen. Sedangkan harganya yang diatur pemerintah inflasi sebesar 0,20 persen," ungkapnya.
 
Selanjutnya dipaparkan Herum, Cumi-cumi, ikan Selar, ikan Kerisi, Sotong, cabai Rawit, cabai merah, daging ayam ras, ikan Tenggiri, ayam hidup dan rampela ati mengalami penurunan harga pada Oktober 2015.
 
“Sedangkan bahan bakar rumah tangga, beras, wortel, angkutan udara, bawang merah, sepeda motor, mobil, jeruk, rokok kretek filter dan es ikut mengalami peningkatan harga,” katanya.
Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Fajrina Andini
Fotografer: 
Fajrina Andini/Suci Lestari