Oktober, Dua Proyek Besar Diresmikan

Pangkalpinang – Rustam Effendi Gubernur Kepulauan Bangka Belitung memastikan Oktober awal sudah bisa melakukan peresmian Jembatan Baturusa II. Tertundanya peresmian yang direncanakan September ini, dikarenakan masih ada persoalan lahan akses jalan jembatan. Hingga saat ini belum ada titik temu penyelesaian pembebasan lahan sekitar 150 meter tersebut.

“Kita menyelesaikan lahan tersebut dengan menemui pemiliknya. Jika persoalan ini sudah selesai, selanjutnya langsung diaspal. Saya berharap diawal Oktober ini atau sekitar tanggal 15 Oktober, jembatan sudah bisa diresmikan,” tegas Gubernur saat meninjau Jembatan Baturusa II, Kelurahan Ketapang, Pangkalbalam, Senin pagi (5/9/3016).

Rencananya Gubernur akan mengundang Joko Widodo Presiden RI untuk meresmikan jembatan, sekaligus meresmikan pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) di Air Anyer. Gubernur menjelaskan, selain jembatan dan pembangkit listrik, secara bersamaan juga ingin meresmikan terminal Bandara Depati Amir. Namun perkiraan penyelesaian bandara sekitar bulan November.

“Hasil perbincangan saya dengan Pak Menteri kemarin, proyek bandara sulit diselesaikan akhir September ini. Jadi peresmian bandara bisa dilakukan sekitar November, sebelum hari ulang tahun provinsi. Sehingga kita mendahului peresmian dua proyek ini (jembatan dan PLTG-red),” jelas Gubernur.

Seperti dilansir sebelumnya, Jumat (2/9/2016), Budi Karya Sumadi Menteri Perhubungan (Menhub) RI meninjau proyek bandara Depati Amir, Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah. Ia berharap kontraktor bisa menyelesaikan pembangunan dengan cepat. Konstruksi bangunan diperkirakan selesai di minggu kedua November. Harapannya, saat ulang tahun provinsi sudah bisa digunakan.

Selain melakukan kunjungan ke jembatan, Gubernur juga langsung meninjau pelaksanaan pembangunan PLTG di Air Anyer. Peninjauan tersebut bertujuan melihat langsung sejauhmana hasil pengerjaan proyek. Pasalnya, sebelumnya ditargetkan pengerjaan pembangkit listrik tersebut akan selesai pada bulan ini.

“Saya ingin pengerjaan itu sesuai dengan janji. Walaupun molor, saya harap paling lambat Oktober sudah selesai,” tegasnya.

Jembatan Bangka Sumsel

Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terus berupaya merealisasikan pembangunan jembatan penghubung antara Pulau Bangka dengan Pulau Sumatera. Pembangunan jembatan sudah memasuki proses penurunan tim dari Bangka Belitung. Tim ini bertugas menjalin kerja sama antara dua daerah terkait.

Menurut Gubernur, pihak Sumatera Selatan sudah menyetujui kerja sama pembangunan jembatan tersebut. Selanjutnya akan membentuk pokja Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan pokja Sumatera Selatan. Pengesahan pokja ini disahkan wakil rakyat, kemudian membuat MoU persetujuan dua gubernur dan konsorsium dengan pesetujuan DPRD dua daerah.

Pemerintah provinsi tak bekerja sendiri. Pasalnya pemerintah kabupaten kabupaten/kota yang dilalui atau menjadi lintasan akses menuju jembatan tersebut juga dilibatkan. Minimal tahun 2017 telah dilaksanakan groundbreaking –peletakan batu pertama– jembatan itu.

“Sementara ini sudah ada investor asal Cina melirik pembangunan jembatan ini. Pembangunan jembatan sama dengan proses pembangunan jembatan Selat Sunda. Namun pembangunan jembatan Selat Sunda ditunda, dan diharapkan pengerjaan pembangunan jembatan Bangka-Sumsel bisa lebih awal,” harapnya.

Sumber: 
Diskominfo Babel
Penulis: 
Rizky Fitrajaya/Huzari
Fotografer: 
Rizky Fitrajaya
Editor: 
Huzari | Adi Tri Saputra