One Gudep, One Produk, Program Ini Hadirkan Motivator Indra Uno di Babel

PANGKALPINANG - Sebagai Ketua Kwarda Pramuka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Melati Erzaldi tidak pernah berhenti melakukan sinergi di berbagai bidang atas tugas-tugasnya sebagai istri orang nomor satu di Babel. Senin (13/01), dilaksanakan kegiatan "SMART CLASS #2" di SMK Negeri 5 Pangkalpinang untuk menyampaikan program One Gudep One Produk bersama Indra Uno. 

Menurut ibu Melati Erzaldi, Indra Uno yang sedang berkunjung ke Bangka Belitung sengaja diarahkan untuk bisa mengisi kelas motivasi di SMK Negeri 5 Pangkalpinang, setelah sebelumnya mengisi FGB bersama beliau selaku Ketua TP PKK Babel, terkait Pemberdayaan Perempuan di Babel. 

Dalam sambutannya, beliau berhasil mengajak co-founder OK OC Indonesia, Indra Uno, untuk datang ke Babel dan mengisi kelas motivasi ini.
“Agar siswa-siswi disini mendapat pandangan tentang wirausaha dari Kak Indra Uno, karena siswa-siswi disini merupakan embrio dari suksesnya produk-produk UMKM di Babel,” ungkap ibu Melati Erzaldi saat mengenalkan narasumbernya.

Ibu Melati Erzaldi dalam setiap kegiatan One Gudep, One Product, selalu mengikutsertakan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM. “Produknya bagus, kita dorong produksinya hingga dibantu dalam pengurusan sertifikasinya dan pola bisnisnya,” ungkapnya agar murid SMK Negeri 5 memiliki semangat berwirusaha.

Indra Uno, yang dikenal sebagai motivator  wirausaha di Indonesia. Bercerita bahwa, OK OC lahir dari tingginya angka pengangguran di Jakarta. Sehingga, dirinya termotivasi untuk melakukan program One Kecamatan, One Center of Entrepreneurship, pada tahun 2018 lalu. 

Investasi waktu lama, investasi uang banyak, tidak ada jaminan kerja, dan sebagainya, tidak boleh membuat generasi muda patah semangat. Karena, masih ada peluang berwirausaha dari apa yang telah dipelajari di Sekolah. 

Bahkan, SMK Negeri 5 telah memiliki produk yang diproduksi dalam praktik di laboratorium. Produk-produk ini diantaranya adalah, sabun, sabun cair untuk cuci tangan dan cuci piring, balsem, aroma terapi, hingga bubuk fusui atau sari kacang kedelai yang juga menjadi makanan khas Bangka Belitung. 

“Sehingga, kita tidak harus menjadi pengangguran mulai dari bangku sekolah, sebab mulai dari sekarang, usaha bisa dimulai dari produksi makanan kesukaan kalian,” ungkapnya membuka pikiran para siswa yang hadir dalam kelas ini, “dan kalian bisa menjalankan program One Gudep, One Produk ini,” tambahnya. 

Di akhir kelas, ibu Melati Erzaldi, memotivasi murid dengan memberikan tantangan kepada mereka untuk membuat produk anti nyamuk, agar bisa menjadi tambahan souvenir di camping bag dalam acara perkemahan nasional selama 5 (lima) hari di Babel pada tahun 2020. 
“Selain itu, ayo ikuti lomba foto produk UMKM Babel, adek-adek bisa cek persyaratannya di IG : @langithati_. Ditunggu keikutsertaannya, foto, dan captionnya,” ajak beliau.

“Selalu semangat untuk menjadi inovator-inovator muda yang bisa memberikan motivasi dan impact untuk orang banyak,” ungkap ibu Melati Erzaldi di akhir pertemuan.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
nonadp
Fotografer: 
nonadp