OPD Harus Terus Lakukan Inovasi di Era Pelayanan Publik

PANGKALPINANG – Indonesia saat ini sedang menuju tahun pelayanan prima, dimana semua informasi dapat dilakukan dengan efektiv yang diharapkan dapat menjadi pelayanan publik kelas dunia pada tahun 2025. Bermula pada tahun 2011 Indonesia mulai melakukan perubahan dan pada tahun 2018 merupakan masa transisi sehingga  pada 2025 sudah mencapai pelayanan publik kelas dunia.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Pengelolaan Sistem Informasi Pelayanan Publik Kemenpan Reformasi Birokrasi Emida Suparti selaku nara sumber kegiatan bimbingan teknis penyusunan proposal dan pelatihan administrasi inovasi pelayanan publik tahun 2018 di Hotel Puncak yang berlangsung selama dua hari sejak pada tanggal 14 hingga 15 Maret 2018.

Emida mengatakan  inovasi bagi dunia bisnis merupakan nafas untuk keberlangsungan usaha, namun inovasi pada pelayanan publik adalah agar mendapatkan kepercayaan publik.

“Kita harus berinovasi atau kehilangan kepercayaan publik dan daya saing,” ujar Emida

Inovasi yang dimaksud, tidak selalu harus merupakan terobosan-terbosan berupa Teknologi Informasi, tapi lebih diutamakan untuk dapat mengubah pola pikir atau mindset para ASN dalam memecahkan permasalahan.

“Untuk itu perlu diketahui terlebih dahulu permasalahan nya, agar kemudian dapat diketahui solusinya,” jelas Emida.

Dalam kesempatan yang sama Kepala Biro Organisasi Setda Babel Harrie Patriadi  yang turut menyampaikan harapannya kepada para OPD agar dapat terus menggali dan membuat inovasi di era reformasi pelayanan publik.

Ia menyampaikan harapannya kepada para ASN yang hadir dalam bimtek dapat menguasai tata cara pendaftaran sinovik yang baik dan benar.

“Pemahaman yang baik dan benar tentang kompetisi inovasi dan publik sangat diperlukan bagi tercapainya target unit pelayanan yang akan menghasilkan inovasi pelayanan publik,” pungkasnya.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Khalimo
Fotografer: 
Khalimo
Editor: 
Irwanto