Optimalisasi Peran Kepala Desa dan Posyandu Dalam Pencegahan Stunting di Provinsi Kepulauan Babel

Kecamatan Kelapa- Pemerintah Provinsi Kep. Babel melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Babel melakukan berbagai upaya dalam mengatasi masalah Stunting. Hal ini dilakukan dari lingkungan terkecil melalui pembangunan masyarakat desa.

Untuk itu Kepala DPMD Prov. Kep. Babel Yuliswan menginginkan optimalisasi peran kepala desa dan posyandu dalam mengatasi masalah Stunting di desa. Dimana posyandu merupakan pelayanan kesehatan bayi dan balita di masyarakat, hal tersebut diungkapkan saat kegiatan sosialisasi percepatan penurunan Stunting di Gedung Serba Guna Kec. Kelapa (Selasa,15/10/19).

Yuliswan menyarankan kepala desa untuk selalu berkoordinasi dan berkomunikasi dengan bidan desa dan kader posyandu dalam upaya mengatasi masalah Stunting di desa.
Upaya untuk mengatasi masalah Stunting dapat dilakukan secara intervensi gizi spesifik dan intervensi gizi sensitive.

Intervensi gizi spesifik ini ditujukan kepada ibu hamil dalam 1000 hari pertama kehidupan dilakukan oleh sektor kesehatan dimulai saat kehamilan hingga anak berusia 2 tahun.
Sedangkan intervensi gizi sensitif merupakan kegiatan pembangunan di luar sektor kesehatan,"tegasnya.

Dimana DPMD Babel berperan dalam rangka pemberdayaan agar masyarakat tau masalah dan penyebab Stunting.

Sementara ahli gizi dinas kesehatan Rika mengatakan yang perlu dikhawatirkan bukan hanya Stunting saja tapi bila terjadi gizi buruk dan Stunting itu yang lebih berbahaya karena kondisi anak yang lemah.
Penyebab gizi buruk dan Stunting terdapat pada akses makanan dari segi jumlah dan kualitas gizi, pola asuh dan rendahnya akses terhadap pelayanan kesehatan termaksud sanitasi dan air bersih.

Safrizal dari BP4D Kabupaten Bangka Barat mengajak Kepala desa lebih fokus dalam menangani sanitasi air bersih, pola asuh dan sosialisasi jangan nikah dini kepada masyarakat. Safrizal berharap kepala desa untuk selalu menginformasikan dan memberi laporan permasalahan di desa secara aktif.
BP4D Kabupaten Bangka Barat telah melakukan pendataan sendiri dalam mengatasi masalah Stunting di Kab. Bangka barat," tegasnya.

Narasumber dari DP3ACSKB Babel Aldino Ica Rahmawan mengajak semua stakeholder untuk berkumpul dan membentuk Kabupaten dan desa layak anak dimana kabupaten layak anak dilakukan dengan sistem pembangunan yang menjamin pemenuhan hak anak dan perlindungan khusus anak yang dilakukan secara terencana, menyeluruh dan berkelanjutan. Anak wajib dilindungi orang tua, keluarga, masyarakat, pemerintah dan negara,"tegasnya.

Kegiatan sosialisasi ini menghadirkan narasumber dari DPMD Babel, DP3ACSKB Babel, BP4D Kabupaten Bangka Barat, Dinas Kesehatan, Kab. Bangka Barat, Kanwil Departemen Agama Kab. Bangka Barat dan diikuti Camat, Kades, BPD, bidan desa dan Kader Posyandu Kec. Kelapa.

Sumber: 
DPMD Babel
Penulis: 
Ratna