Optimalkan Peran KIM di Babel

Belitung - Selain sebagai agen informasi, Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) dapat menjadi pondasi memperkuat ekonomi masyarakat. Keberadaan KIM membangun karakter masyarakat peduli, peka dan menguasai informasi. Sebab KIM sebagai penyedia informasi yang dapat bertukar informasi di antara kelompok.

Marwan Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menjelaskan, semakin maju teknologi membuat semakin cepat masyarakat mendapatkan informasi. Saat ini masyarakat dapat mengakses informasi dengan mudah, namun semua itu harus didukung dengan penguasaan teknologi informasi. Sebab kalau ingin maju dan sejajar dengan negara lain, harus diupaya mendorong keterbukaan informasi.

"Kita jangan jadi orang tertinggal. Dinas Komunikasi dan Informatika, ingin membuat masyarakat menguasai teknologi informasi. Contohnya saja, jika nelayan telah menggunakan teknologi dalam menangkap ikan, tentunya hasil didapatkan lebih banyak," jelasnya saat membuka kegiatan Sosialisasi KIM di Hotel Grand Pelangi, Kabupaten Belitung, Jumat (30/5/2014).

Masyarakat tidak menggunakan teknologi disebabkan informasi mengenai teknologi tersebut tidak sampai. Ia menambahkan, peran penyampaian informasi itu dapat dilakukan KIM seperti, kelompok pengajian, kelompok nelayan dan kelompok lain di masyarakat. Karena lancarnya penerimaan suatu informasi berdampak terhadap penambahan ilmu pengetahuan.

"Jadi jika ingin mendapatkan informasi, bentuklah KIM. Sebab KIM tersebut dari rakyat dan untuk rakyat. Apalagi untuk mendapatkan informasi telah dilindungi Undang-Undang No 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik," paparnya.

Sementara Hendri Suzanto Kabid Komunikasi dan Informatika Dishubkominfo Kabupaten Belitung mengatakan, peran KIM dapat menjadi pembanding informasi yang dilansir media massa. Kelompok-kelompok di masyarakat dapat bersinergi dengan pembangunan yang dilaksanakan pemerintah. Sebab pembangunan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah.

"Di zaman orde baru, kelompencapir sangat mendukung terlaksananya pencapaian program swasembada pangan. Sekarang ini, kelompok itu hanya berganti baju menjadi KIM," paparnya saat menyampaikan materi mengenai Sinergisitas Kelompok Informasi Masyarakat dalam Partisipasi Pembangunan.

KIM harus ditumbuhkembangkan dan diperkuat. Ia menambahkan, sebab informasi sangat berharga. Contohnya pedagang kerupuk yang ada di Belitung. Jika memasarkan dagangan hanya di toko-toko, akan lambat terjual. Lain halnya jika produk yang telah dikemas ini dipromosikan melalui internet, tentunya jangkauan pemasaran menjadi lebih luas.

Hal senada disampaikan Effendi Kabid Sarana Komunikasi dan Diseminasi Diskominfo Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Menurutnya, saat ini informasi menjadi barang paling berharga, dan menjadi alat meningkatkan kualitas hidup. Untuk memperoleh dan mengelola informasi tersebut dibutuhkan partisipasi aktif masyarakat.

"Untuk menunjang kelancaran informasi dan komunikasi diperlukan koordinasi yang baik," tegasnya ketika menyampaikan materi mengenai KIM pada kegiatan sosialisasi tersebut.

Lebih jauh ia mengatakan, KIM berperan sebagai pembendung dan penyaring informasi bagi masyarakat. Selain itu menjadi mitra pemerintah dalam menyebarluaskan informasi, menyalurkan aspirasi masyarakat, pengontrol pembangunan, pelancar dan terminal informasi. Pasalnya KIM mendorong masyarakat untuk berpartisipasi dalam demokrasi pembangunan.

"Kita berupaya membangun masyarakat informasi. Bergabungnya masyarakat dalam KIM dapat memperluas pengetahuan, cakrawala berpikir serta meningkatkan kemampuan kerja," harapnya.(hzr/rf/an/adt/fa/ci/ami)

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Suci Lestari | Fajrina Andini
Fotografer: 
Rizky
Editor: 
Huzari